Mayoritas Puskesmas di Jateng Belum Kelola Limbah Medis, Bisa Timbulkan Penyakit

Ia menegaskan, limbah medis tak sama dengan limbah domestik yang dihasilkan rumah tangga.

Mayoritas Puskesmas di Jateng Belum Kelola Limbah Medis, Bisa Timbulkan Penyakit
TRIBUNNEWS

 Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dalam setahun, limbah cair berupa Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang dihasilkan satu Puskesmas mencapai lebih dari 350 kilogram.

Padahal dalam pengelolaan limbah cair medis, mayoritas Puskesmas di Jateng belum memenuhi standar kesehatan.

Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Jawa Tengah, Arvian Nevi, menyebut provinsi ini memiliki 875 Puskesmas.

Baru sebagian kecil yang memiliki instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) yang memenuhi persyaratan.

"Masih banyak Puskesmas yang belum punya IPAL. Padahal limbah cair harus dikelola dengan benar, ada aturannya," kata Arvian dalam Seminar Pengelolaan Limbah B3 dan Implementasinya dalam Rangka Akreditasi Fasilitas Layanan Kesehatan di Hotel Grasia, Kota Semarang, Sabtu (17/12/2016).

Ia menegaskan, limbah medis tak sama dengan limbah domestik yang dihasilkan rumah tangga.

Limbah medis jika tak dikelola baik dapat menimbulkan berbagai penyakit berbahaya.

"Baik penyakit menular maupun tak menular. Maka harus dikelola secara baik," tandasnya.

Pengelolaan limbah medis padat juga belum sesuai standar.

Halaman
12
Penulis: m nur huda
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved