Bank Jateng Akan Perbesar Dana Kredit pada 2017, Sasar Nasabah hingga Pedukuhan

Bank Jateng membukukan laba sebelum pajak mencapai Rp 1,409 triliun atau tumbuh 27,60% dibandingkan periode yang sama pada 2015.

Bank Jateng Akan Perbesar Dana Kredit pada 2017, Sasar Nasabah hingga Pedukuhan
TRIBUN JATENG/M ZAINAL ARIFIN
Suasana pembukan RUPS Bank Jateng beragendakan pengangkatan komisaris utama di ballroom Hotel Gumaya Semarang, Selasa (20/12/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bank Jateng menargetkan naik buku pada 2017 dari Buku II ke Buku III.

Kenaikan tersebut harus ditopang kenaikan kredit UMKM dan kredit usaha produktif.

Direktur Utama Supriyatno mengatakan pihaknya akan berupaya mencapai target tersebut.

Di antaranya dengan menyediakan dana kredit yang lebih besar lagi.

Kemudian menyediakan analis-analis mikro untuk memberikan kredit yang nilainya lebih besar.

"Kantor kas juga akan kami bekali SDM-nya untuk mempermudah jangkauan nasabah hingga lini terbawah, termasuk pedukuhan. Jadi bisa terjangkau," kata Supriyatno seusai rapat umum pemegang saham (RUPS) Bank Jateng di ballroom Hotel Gumaya Semarang, Selasa (20/12/2016).

Bank Jateng membukukan laba sebelum pajak mencapai Rp 1,409 triliun atau tumbuh 27,60% dibandingkan periode yang sama pada 2015.

Seiring meningkatnya laba tersebut, total aset Bank Jateng juga mengalami kenaikan 12,23% hingga mencapai Rp 53,971 triliun, yang dikontribusi kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 6,62% atau mencapai Rp 44,431 triliun.

Adapun penyaluran Kredit Bank Jateng mampu tumbuh 17,63% hingga mencapai Rp 36,234 triliun.

Pendukungnya adalah kenaikan sektor kredit konvensional 17,05% dan pembiayaan Syariah sebesar 36,76% dibandingkan periode yang sama pada 2015.

Di tengah perlambatan kondisi ekonomi nasional, Bank Jateng juga mampu mencatatkan hasil positif pada penyaluran kredit usaha produktif dengan pertumbuhan 33,94%.

Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan kredit konsumtif sebesar 11,84%.

Penyaluran kredit usaha produktif tersebut tentunya akan berkontribusi terhadap percepatan laju perekonomian, khususnya di Jateng.

"Pada 2017, ekonomi akan melambat. Tapi kami yakin pertumbuhan Bank Jateng akan lebih tinggi dari bank nasional atau bank lain di Jateng. Kalau bank nasional pertumbuhannya 10-11 persen, Bank Jateng mendekati angka 20 persen," tandas Supriyatno. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved