Kasus Pembunuhan

Setelah Jalani Tes Kejiwaan, Ibu Penggorok Anak Kandungnya Itu Dinyatakan. . .

Hasil observasi kejiwaan yang didalami oleh tim medis RSUD Soedjati Purwodadi menyebut bahwa Umi Nur Hidayah telah mengalami gangguan jiwa

Setelah Jalani Tes Kejiwaan, Ibu Penggorok Anak Kandungnya Itu Dinyatakan. . .
tribunjateng/putut dwi putranto/DOK
Hasil observasi kejiwaan yang didalami oleh tim medis RSUD Soedjati Purwodadi menyebut bahwa Umi Nur Hidayah telah mengalami gangguan jiwa dalam beberapa tahun ini. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Puthut Dwi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, GROBOGAN - Hasil observasi kejiwaan yang didalami oleh tim medis RSUD Soedjati Purwodadi menyebut bahwa Umi Nur Hidayah telah mengalami gangguan jiwa dalam beberapa tahun ini.

Diberitakan sebelumnya, Umi, warga Dusun Jatisemen, RT 01 RW 01, Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jateng ini nekat menghabisi nyawa anak bungsungnya, M Aska (5) di dalam rumahnya pada Minggu (04/12/2016) pagi.

Baca: KRONOLOGI Ibu Gorok Anak Kandung yang Biasa Disayang dan Diciuminya

Siswa TK ini tewas setelah digorok menggunakan pisau dapur pada bagian lehernya. Leher bocah mungil ini menganga sepanjang 10 centimeter.

"Observasi medis RSUD Purwodadi pasca kejadian hingga saat ini menyebut bahwa Umi mengalami gangguan jiwa dalam empat tahun ini. Jadi sebelum membunuh, Umi sudah alami gangguan jiwa. Masalah keluarga diduga jadi penyebab Umi alami gangguan jiwa," kata Kapolres Grobogan, AKBP Agusman Gurning kepada Tribun, Selasa (20/12/2016).

Baca: Umi Ajak Pulang Anaknya Bilang mau Dimandikan, Ternyata Sampai di Rumah Digorok Lehernya

Atas hasil observasi itu, kata Agusman, pihak Sat Reskrim Polres Grobogan masih harus menunggu rekomendasi dari tim medis RSUD Purwodadi untuk proses penyidikan selanjutnya.

"Nanti kami akan melakukan gelar perkara usai mendapat rekomendasi. Gelar perkara itulah yang menentukan apakah akan dihentikan penyidikannya atau tidak. Saat ini Umi masih di RSUD Purwodadi. Tapi jika murni alami gangguan jiwa, Umi akan bebas dari jeratan hukum dan akan kami rekomendasikan dirawat di RSJ. Karena membahayakan bagi orang lain dan dirinya sendiri," pungkasnya. (*)

Penulis: puthut dwi putranto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved