Perhutani KPH Gundih Grobogan Ajak Anak-Anak TK Menanam Pohon

"Pohon dapat menjaga kita dari bencana banjir dan longsor. Maka dari itu sangat penting mengajarkan cinta lingkungan sejak dini," jelasnya.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: a prianggoro
Tribun Jateng/M Zaenal Arifin
Administratur KPH Gundih Gunawan Catur Tengah memberikan penjelasan tentang cara menanam yang benar kepada anak-anak TK Tunas Rimba. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, GROBOGAN - Puluhan anak-anak TK Tunas Rimba, Geyer, Grobogan, mengikuti aksi penanaman bibit pohon yang digelar Perhutani KPH Gundih, di petak area hutan Monggot, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Selasa (20/12/2016).

Selain anak-anak TK, penanaman juga diikuti Polsek, Koramil, Lembaga Masyarakat Desa Hutan, wali murid TK dan masyarakat sekitar hutan.

Administatur Perhutani KPH Gundih, Gunawan Catur mengatakan, sekitar 2.000 bibit jenis jati dan kesambi ditanam dalam aksi ini. Ia sengaja mengajak anak-anak TK untuk ikut menanam bibit pohon di hutan bersama-sama.

"Tujuannya, agar dapat menanamkan rasa cinta kepada lingkungan bisa dimulai dari hal yang kecil, salah satunya dengan menanam pohon," katanya, dalam rilis ke Tribun Jateng, Rabu (21/12/2016).

Dengan menanam pohon yang kemudian tumbuh besar, menurutnya, maka akan memperbaiki kualitas udara yang dihirup sehingga tetap bersih. Selain itu, pohon juga menjaga ketersediaan air tanah.

"Pohon dapat menjaga kita dari bencana banjir dan longsor. Maka dari itu sangat penting mengajarkan cinta lingkungan sejak dini," jelasnya.

Lebih lanjut Gunawan menyampaikan, kegiatan menanam pohon ini bertujuan untuk mengajari, mengenalkan jenis pohon unggulan di Divisi Regioanl Jawa Tengah, cara menanam pohon yang benar, sekaligus memberikan pengetahuan tentang pentingnya menanam pohon bagi kehidupan.

"Kami ingin mengajak anak-anak TK Tunas Rimba untuk tahu fungsi dan manfaat dari menanam pohon sejak dini. Sehingga tertanam dalam diri mereka untuk selalu melestarikan dan menjaga lingkungan sekitar," ucapnya.

Sementara itu asisten Perhutani (Asper) BKPH Monggot KPH Gundih, Ruli Hendri menambahkan, aksi penanaman ini tidak berhenti atau langsung selesai begitu saja. Yang terpenting adalah bagaimana pemeliharaannya sehingga pohon yang di tanam bisa tumbuh secara maksimal.

"Jadi tidak hanya menanam, namun harus menjaga dan memelihara sampai dengan akhir," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved