100 Ribu Petani Demak Ditargetkan Ikut BPJS Ketenagakerjaan
Yosef menjelaskan, minimal petani tersebut ikut serta dalam program jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja.
Penulis: raka f pujangga | Editor: a prianggoro
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Majapahit Semarang menargetkan keikutsertaan sedikitnya 100 ribu petani di wilayah Demak sekitarnya pada 2017 mendatang.
Kepala BPJS ketenagakerjaan Majapahit Semarang, Yosef Rizal menargetkan dapat merangkul sektor informal untuk petani di daerah Kabupaten Demak.
Pihaknya akan bekerjasama dengan Bank BRI untuk memberikan sosialisasi pentingnya jaminan sosial tersebut bagi masyarakat usia kerja.
"Petani itu biasanya mengambil KUR (kredit usaha rakyat-red) di Bank BRI, nanti petani-petani itu akan diajak untuk menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan," jelas dia, di RM IBC, Jumat (23/12/2016).
Yosef menjelaskan, minimal petani tersebut ikut serta dalam program jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja.
Seperti yang terjadi baru-baru ini, peserta BPJS ketenagakerjaan yang masih dua minggu ikut serta kemudian meninggal, mendapatkan santunan hingga Rp 24 juta.
"Ikut serta hanya dua minggu, tapi tetap kami membayarkan haknya. Itu sudah jadi kewajiban kami dan itulah pentingnya ikut BPJS ketenagakerjaan," jelas dia.
Pihaknya terus mengimbau bagi pekerja sektor informal untuk dapat menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan.
Selama ini, kata dia, paling banyak peserta BPJS ketenagakerjaan di wilayahnya berasal dari sektor formal.
"Kita terus mengimbau, memberikan kesadaran masyarakat ikut serta dalam kepesertaan BPJS ketenagakerjaan," ujar dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/saya-kena-phk-setelah-3-tahun-bekerja-di-perusahaan-bagaimana-mengurus-uang-bpjs_20160823_144852.jpg)