Beberapa Pejabat Eselon II Pemprov Jateng Kehilangan Jabatan, Staf SKPD Mulai Berkemas

Beberapa Pejabat Eselon II Pemprov Jateng Kehilangan Jabatan, Staf SKPD Mulai Berkemas

Beberapa Pejabat Eselon II Pemprov Jateng Kehilangan Jabatan, Staf SKPD Mulai Berkemas
TRIBUNJATENG/M NUR HUDA
Beberapa Pejabat Eselon II Pemprov Jateng Kehilangan Jabatan, Staf SKPD Mulai Berkemas 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah staf di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Jawa Tengah, mulai mengemasi barang dan dokumen di kantornya.

Utamanya SKPD yang nantinya akan hilang, karena adanya perubahan Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) Perangkat Daerah (PD) yang baru mulai Januari 2017.

Salah satunya adalah SKPD di Biro Humas Setda Provinsi Jateng di lantai 11 Kantor Gubernur Jateng, sejumlah staf telah diminta mengemasi dokumen. Tumpukan dokumen itu dimasukkan ke dalam kardus dan karung.

Menurut penuturan Kepala Biro Humas Setda Provinsi Jateng, Sinoeng Nugroho, pada perubahan SOTK yang baru nantinya, Biro Humas akan dilebur dengan Biro Umum. Mengingat saat ini menghadapi cuti bersama dan libur akhir tahun, maka persiapan dilakukan lebih cepat.

"Ini nyicil, biar nanti tidak kebingungan," ujarnya, Jumat (23/12/2016).

Serupa dilakukan oleh Biro Otonomi Daerah dan Kerjasama yang ada di lantai 12 Kantor Gubernur. Sebab Biro Otda akan digabung dengan Biro Tata Pemerintahan. Menurut penuturan Kepala Biro Otda, Riena Retnaningrum, pihaknya sudah melakukan pengemasan dokumen sejak minggu lalu.

"Dokumen-dokumen kita sudah dikemasi dan dititipkan di kantor Arsip. Jadi nanti saat pindah kantor baru, dokumen hanya cukup mengambilnya. Lantai 12 nanti digunakan untuk Dharma Wanita," katanya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo telah selesai melakukan penempatan sejumlah nama di jabatan baru sesuai SOTK baru. Namun ia belum bersedia mengungkap siapa saja yang akan menduduki di jabatan tertentu.

Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sri Puryono mengatakan, sebelumnya terdapat 56 pejabat Eselon II yang menjabat Kepala SKPD, namun setelah adanya perampingan sesuai amanat UU 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, ada perampingan SOTK menjadi 48 SKPD.

Maka, ada delapan pejabat Eselon II yang bakal tak mendapatkan jabatan. Sehingga, saat ini Pemprov masih berkonsultasi dengan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB).

"Harapan kita ada wadah yang bisa mengakomodasi para pejabat eselon II. Nanti ada impassing penyesuaian menjadi fungsional. Kan sudah mengabdi puluhan tahun, masa tidak dihargai," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, telah menerima laporan hasil reassessment dari Panitia Seleksi (Pansel) Pejabat Eselon II atau Jabatan Tinggi Pratama (PJPTP). Saat ini, ia mengaku masih mencari waktu untuk melantik para pejabat Eselon II.

"Sudah jadi semua. Tinggal mencari hari baik. Ini lagi mencari dukun mana yang paling ngerti," katanya.

Ia memastikan, bahwa keputusan Gubernur akan memberikan kejutan bagi 56 pejabat Eselon II. Sementara untuk para pejabat Eselon II yang kini menjabat sebagai Penjabat Bupati (PJ) dan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati dan Wali Kota, nantinya akan tetap ikut dilantik untuk jabatan Kepala SKPD baru.(*)

Penulis: m nur huda
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved