KEREN, Ibu-ibu di Banyumas Bikin Terompet Janur Raksasa Segedhe Orang

KEREN, Ibu-ibu di Banyumas Bikin Terompet Janur Raksasa Jelang Malam Tahun Baru

KEREN, Ibu-ibu di Banyumas Bikin Terompet Janur Raksasa Segedhe Orang
tribunjateng/khoirul muzaki
Sejumlah ibu-ibu dan anak-anak di Desa Karanglo, Cilongok, Banyumas Jateng bikin terompet berbahan janur (daun kelapa) berukuran raksasa 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS- Puluhan bocah dan ibu rumah tangga berkumpul di teras rumah Tarsih, di RT 1 RW 1 Desa Karanglo, Cilongok, Banyumas.

Sambil bercengkerama, kedua tangan mereka aktif melipati janur kelapa membentuk terompet. Mereka memasukkan potongan sedotan minuman pada ujung corong agar mampu menghasilkan bunyi.

Beberapa bocah berusia belasan tahun tertawa renyah, setelah terompet yang mereka tiup berbunyi. "Senang terompetnya bisa bunyi. Kalau gak bunyi saya perbaiki lagi," kata Ismoyo Jati (13), siswa SMP Maarif 2 Purwokerto, Senin (26/12).

Jati bersemangat meniup terompet hasil karya tangannya sendiri. Semakin pipinya mengembang, tiupannya makin kuat dan tentu bunyi yang dihasilkan terompetnya kian keras.

Seperti umumnya bocah, Jati tak ingin melewatkan keceriaan malam tahun baru 2017 dengan membunyikan terompet. Sayangnya, harga terompet tahun baru yang mahal di pasaran tak terjangkau olehnya yang notabene anak petani.

"Kalau beli terompet harganya mahal, Rp 20 ribu. Kasian orang tua saya. Mending uangnya dipakai untuk yang lain," ujarnya

Namun Jati tak kehilangan akal. Ia bersama teman-teman satu desa memutuskan membuat terompet sendiri dari janur. Keterampilan membuat terompet dari janur dia dapat dari orang tuanya. Waktu kecil, Jati biasa dibuatkan terompet oleh orang tuanya untuk menenangkan dia ketika sedang menangis. "Saya sudah bikin dua terompet, mau buat lagi biar ramai," katanya

terompet janur raksasa di banyumas
Terompet berbahan janur

Tarsih, warga RT 1 RW 1 Karanglo mengatakan, pembuatan terompet menggunakan janur sebenarnya bukan hal baru di desanya. Terompet janur menjadi mainan tradisional anak yang telah dibuat secara turun temurun di desanya. Namun, tradisi pembuatan terompet janur pada momentum tahun baru dilakukan sejak empat tahun terakhir. "Anak-anak malah ada yang membawa terompet janur ke alun-alun saat malam tahun baru untuk ditiup bareng-bareng di sana," katanya.

Tradisi pembuatan terompet janur menjelang tahun baru, manurut Tarsih, sekaligus melestarikan dolanan tradisional anak, yang keberadaannya semakin terdesak oleh mainan modern. (tribunjateng/khoirul muzaki)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved