KNKT Ungkap Beberapa Kerusakan Pesawat Wings Air Setelah Tergelincir di Runway

KNKT Ungkap Beberapa Kerusakan Pesawat Wings Air Setelah Tergelincir di Runway saat konpers di bandara A Yani, Senin (26/12/2016).

KNKT Ungkap Beberapa Kerusakan Pesawat Wings Air Setelah Tergelincir di Runway
tribunjateng/ponco wiyono
KNKT Ungkap Beberapa Kerusakan Pesawat Wings Air Setelah Tergelincir di Runway saat konpers di bandara A Yani, Senin (26/12/2016). 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pilot pesawat Wings Air yang tergelincir saat mendarat di Bandara Internasional Ahmad Yani pada Minggu (25/12/2016) memiliki jam terbang yang cukup.

Kapten George Tatun Rajan, nama sang pilot, memiliki pengalaman 4.000 jam penerbangan. Sementara sang co-pilot memiliki catatan 3.500 jam terbang.

Sementara kondisi pesawat jenis ATR 72-600 sendiri dalam kondisi laik terbang. Satu-satunya kendala yang diketahui saat pesawat mendarat adalah kondisi runway yang licin lantaran hujan berintensitas ringan tengah mengguyur.

Pihak BMKG Ahmad Yani sendiri sudah melaporkan kondisi cuaca, sesaat sebelum pesawat didaratkan.

"Sekitar pukul 18.30 kami melapor, kondisi hujan ringan disertai angin berkekuatan 7 knot. Suhu saat itu 25 derajat selsius dan tekanan udara sekitar 109. Namun untuk landing masih memenuhi aspek," kata Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Ahmad Yani, Hidayatul Muhtar dalam konferensi pers yang digelar Angkasa Pura I di ruang rapat bandara, Senin (26/12/2016).

Pesawat Wings Air IW 1896 berangkat dari Bandara Husein Sastranegara Bandung, dan transit di Semarang sebelum terbang lagi menuju Surabaya. Sebelumnya, pesawat yang sama terbang dari Semarang menuju Bandung.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono, dalam kesempatan sama ungkapkan beberapa kerusakan di badan pesawat setelah tergelincir di runway 31.

Selain roda pendarat utama sebelah kanan patah, bagian bawah pesawat juga mengalami kerusakan berat.,.

Beruntung, tidak ada kerusakan lebih banyak dan keselamatan penumpang tetap terjaga. Oleh karena itu, Soerjanto mengucapkan apresiasinya kepada PKPPK yang sudah sigap memberikan pertolongan saat peristiwa nahas itu terjadi.

"Respons timenya cuma tiga menit. Kebetulan pula lokasi kejadian di dekat terminal utama sehingga bantuan segera datang," ungkapnya. (*)

Penulis: ponco wiyono
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved