Breaking News:

Satpam Pabrik Rokok Ini Usir Gerombolan Pemuda Mabuk malah Dikeroyok Hingga . . .

Satpam Pabrik Rokok Ini Usir Gerombolan Pemuda Mabuk malah Dikeroyok Hingga . . .

Penulis: yayan isro roziki | Editor: iswidodo
Net
Ilustrasi pengeroyokan 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Petugas Polsek Gebog, meringkus tiga di antara enam pelaku pengeroyokan terhadap Eka Adhe warga Desa Margorejo Kecamatan Dawe, Kudus. Korban dikeroyok segerembolan pemuda mabuk, di sela-sela bertugas sebagai satpam di komplek perusahaan rokok (PR) Sukun, Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, pada beberapa hari lalu.

Tiga pelaku pengeroyokan yang berhasil diamankan adalah Wahyu (20), warga Desa Jurang, Kecamatan Gebog Kudus. Lalu, ‎Dwi Eko Pramono (20) Desa Menawan, Kecamatan Gebog. Serta, ‎Ardiansyah (20), warga Desa Puyoh, Kecamatan Dawe.‎ "Sementara, tiga pelaku lain masih dalam pengejaran petugas," kata Kapolsek Gebog, AKP Muhaimin, Senin (26/12).‎

Berdasar penuturan korban, peristiwa ini bermula saat ia sedang berjaga bersama seorang Satpam lain: Abdul Jamal. Kala itu, saat hendak membeli wedang jahe, Jamal melihat beberapa pemuda menenggak minuman keras di area belakang tempat produksi pabrik rokok tersebut.‎

"Kami kemudian mendatangi mereka, dan meminta mereka agar pergi dan tak menggelar pesta miras di tempat tersebut," ujarnya.‎

Menurut dia, saat itu kondisi cuaca sedang hujan. Selanjutnya, usai menggusir kawanan pemuda tersebut, keduanya berteduh di sebuah warung di dekat lokasi. Beberapa menit kemudian‎, mereka datang kembali ke lokasi. Tak ayal, terjadilah cekcok dan adu mulut antara para pelaku dan korban.

"Sekejap kemudian mereka langsung mengeroyok, melakukan pemukulan dengan tangan kosong, ada yang coba menghantamkan paving juga," sambung dia.

Akibat pengeroyokan itu, wajah korban mengalami lebam. Serta, luka terbuka di bagian p‎elipis kiri dan di dekat hidung. "Setelah mereka pergi, kami kemudian‎ melapor ke Polsek," sambungnya.

‎Kapolsek Gebog, AKP Muhaimin, menambahkan para pelaku pengeroyokan saat ini ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat Pasal 170 ayat 2 KUHPn dengan ancaman hukuman mencapai tahun penjara. "Kami sudah kantongi identitas tiga pelaku lain, kami harap mereka kooperatif dan menyerahkan diri," tutur Muhaimin.‎

‎Ia meminta, agar masyarakat segera melapor kepada aparat berwenang saat menemui adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). "Kami harap masyarakat tidak bertindak sendiri, untuk mengurangi risiko serta menjamin keselamatan masyarakat sendiri," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved