Destinasi Jateng

Siap-siap Menggigil, Berani Coba Sensasi Dingin Kolam Cinta di Kaki Gunung Sindoro?

Kolam renang di kawasan ini terdiri dari tiga jenis kolam dengan luas dan kedalaman yang berbeda

Siap-siap Menggigil, Berani Coba Sensasi Dingin Kolam Cinta di Kaki Gunung Sindoro?
Tribun Jateng/maulana ramadhan
Kolam Renang Alam yang biasa disebut kolam cinta di kaki Gunung Sindoro 

TRIBUNJATENG.COM - Seakan tak pernah habis, obyek wisata di Kabupaten Temanggung terus bermunculan. Salah satunya adalah kolam renang alam di desa wisata Liyangan.

Desa wisata Liyangan berada di Dusun Liyangan, Desa purbosari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. Di Liyangan juga terkenal karena keberadaan situs liyangan yang merupakan tempat penemuan candi liyangan.

Terletak di lereng Gunung Sindoro, kolam renang alam ini menawarkan kesegaran mata air di pegunungan. Oleh warga setempat, kolam renang alam sering disebut sebagai kolam renang cinta karena bentuknya yang berdesain hati.

Wawan, Manajer Proyek Desa Wisata Liyangan mengatakan, pembuatan kolam merupakan sarana pendukung dari desa wisata.

“Desa wisata dimulai dari tahun 2012. Untuk media pendukung, dibuatlah kolam renang alam di tahun 2013. Bentuknya sengaja dibuat seperti itu biar terlihat menarik,” ujar Wawan.

Untuk mencapai kolam alam, pengunjung harus menuruni anak tangga yang terbuat dari tanah terlebih dahulu. Letak kolam berada lebih rendah dibanding situs Candi Liyangan yang berada tidak jauh dari sana.

Dari ketinggian terlihat keindahan desain kolam yang berlatar belakang pegunungan dan warna hijau perkebunan. Sama seperti kebanyakan kolam di kawasan pegunungan , kolam cinta dihiasi dengan tempelan bebatuan dipinggir kolam.

Kolam renang di kawasan ini terdiri dari tiga jenis kolam dengan luas dan kedalaman yang berbeda.

Untuk kolam terbesar yang mempunyai bentuk seperti kacang memiliki kedalaman 1,5 meter, kolam berikutnya dengan desain hati memiliki kedalaman 0,7 meter dan yang paling kecil memiliki kedalaman 0,5 meter. Air kolam sendiri berasal dari umbul tempurung yang merupakan mata air Gunung Sindoro.

Umbul tempurung memiliki empat titik mata air yang mengaliri tiga desa sekaligus. Untuk menjaga kebersihan kolam, pihak pengelola melakukan pengurasan dua minggu sekali.

Dinginnya air kolam begitu terasa ketika kaki menyentuh permukaan air. Bertemu dengan sejuknya udara pegunungan, kolam ini menawarkan sensasi dingin yang luar biasa. Destinasi ini menjadi favorit, karena suasana alami yang tersaji amat terasa.

Di sekeliling kolam dipenuhi pepohonan dan perkebunan sayur mayor. Tidak hanya menyegarkan tubuh dengan berendam, pengunjung yang datang juga banyak memburu foto-foto dengan spot terbaik disini. Umumnya yang datang banyak di pagi dan sore hari.

Fasilitas kolam cukup lengkap dengan kamar bilas dan beberapa tempat duduk di tepi kolam. Kawasan dengan luas 1.000 meter persegi itu, menurut Wawan, dikunjungi dengan rata-rata 5.000-6.000 pengunjung perbulan. Untuk menikmati kolam alam di lereng gunung ini, sangat murah. Pengunjung hanya dikenakan biaya masuk sebesar Rp 3.000, jika hari libur menjadi Rp 4.000. (Maulana Ramadhan/magang tribunjateng)

Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved