Tokoh Agama Yahudi Larang Pemasangan Pohon Natal di Israel

Jika di berbagai tempat di dunia pohon Natal menjadi simbol kemeriahan hari raya ini, tidak demikian di beberapa kota di Israel

Tokoh Agama Yahudi Larang Pemasangan Pohon Natal di Israel
tribun jateng/ yayan isro roziki
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM -  Jika di berbagai tempat di dunia pohon Natal menjadi simbol kemeriahan hari raya ini, tidak demikian di beberapa kota di Israel.

Sejumlah tokoh agama setempat menganggap pohon Natal yang berkelap-kelip itu merupakan ancaman bagi agama Yahudi.

Seorang rabbi atau pemimpin agama Yahudi di Institut Teknologi Haifa mengatakan, para mahasiswa sebaiknya menghindari aula kampus karena terdapat pohon Natal di tempat itu.

Elad Dokow, nama rabbi itu, menyebut pohon Natal sebagai simbol berhala lewat akun Facebooknya meminta para mahasiswa tak memasuki aula bahkan untuk keperluan membeli makanan.

Berbagai jenis larangan ini merefleksikan berlanjutnya ketegangan terkait pluralisme agama antara kelompok garis keras dan Yahudi sekular.

"Ini bukan masalah kebebasan memeluk agama. Israel adalah satu-satunya negara Yahudi di dunia," kata Dokow.

Rabea Mahajni (24), seorang mahasiswa fakultas teknik mengatakan, penempatan pohon Natal itu didukung mahasiswa keturunan Palestina.

Namun, kata Rabea, keputusan ini memang memunculkan perbedaan pendapat di antara mahasiswa dan staf universitas beragama Yahudi.

Mayoritas mahasiwa dan staf universitas beragama Yahudi menentang adanya pohon Natal di aula kampus.

"Salah seorang profesor lewat akun Facebooknya mengatakan, pohon Natal itu membuatnya tak nyaman. Dia menambahkan, mereka yang ingin pohon Natal sebaiknya memasangnya di rumah atau pergi ke Eropa," tambah Rabea kepada Al Jazeera.

Halaman
12
Editor: muslimah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved