Kasus Pembunuhan

Cerita Anet Bisa Bertahan Hidup Setelah 12 Jam Lebih Disekap di Kamar Mandi Bersama 10 Orang

Selama 12 jam lebih, lima orang di antaranya dapat bertahan hidup dan kini masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Kartika Pulomas.

Cerita Anet Bisa Bertahan Hidup Setelah 12 Jam Lebih Disekap di Kamar Mandi Bersama 10 Orang
INSTAGRAM
Sosok-sosok korban pembunuhan sadis Pulomas semasa hidup meninggalkan dukacita mendalam bagi rekan, saudara dan kerabat. Ucapan belasungkawa netizen banjiri akun Instagram seorang korban, Selasa (27/12/2016). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kasus pembunuhan di sebuah rumah Jalan Pulomas Utara, Jakarta Timur, bermula dari penyekapan 11 anggota keluarga di dalam kamar mandi berukuran 1,5 x 1,5 meter.

Selama 12 jam lebih, lima orang di antaranya dapat bertahan hidup dan kini masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Kartika Pulomas.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda menceritakan bagaimana mereka bisa bertahan hidup meski disekap selama itu.

Cerita itu disampaikan Zanette Kalila (13), salah satu korban selamat, kepada Erlinda saat dijenguk pada Selasa (27/12/2016) malam.

"Kejadiannya kan Senin (26/12/2016) sore, baru ditemukan Selasa pagi. Bayangkan mereka ditumpuk di ruangan kecil begitu sudah kayak (ikan sarden). Tapi, ananda Anet (panggilan Zanette) ini selalu berpesan, harus kena air, biar bisa selamat," kata Erlinda kepada pewarta.

Erlinda mengungkapkan, beberapa kali Zanette berusaha menguatkan anggota keluarganya yang disekap dan ditumpuk di dalam kamar mandi saat mereka semua masih hidup.

Namun, karena ruangan yang sempit dan sesaknya udara di sana, beberapa di antaranya tidak dapat selamat.

Bahkan, kakak kandung Zanette, Diona Arika (16), sempat memberi tanda dia tidak kuat bertahan lagi.

"Sang kakak saking dia tidak bisa bernafas, hanya bisa teriak dan menggigit tangan adiknya, seolah-olah untuk mengucapkan, Anet harus kuat karena dia yang bisa selamat," tutur Erlinda.

Mereka yang disekap adalah pemilik rumah bernama Dodi Triono (59) bersama ketiga anaknya, Diona Arika (19), Zanette Kalila (13), dan Dianita Gemma (9). Selain mereka, juga ada Amel (teman anak Dodi), Emi (41), Santi (22), Fitriani (23), Windy (23), Yanto, dan Tasrok (40).

Dodi, Diona, Gemma, Amel, Yanto, dan Tasrok telah meninggal dunia saat ditemukan pada hari ini.

Sedangkan mereka yang selamat, Zanette, Emi, Santi, Fitriani, dan Windy masih dalam proses pemulihan di rumah sakit.

Polisi masih mengusut kasus ini dengan menghimpun fakta di lapangan, termasuk rekaman CCTV di dalam rumah Dodi. (KOMPAS.com/Andri Donnal Putera)

Editor: galih pujo asmoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved