Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Icip icip Kuliner

Ikan Gurih Nan Renyah Inilah Oleh-oleh khas Rawa Pening, Mau yang Pedas Juga Ada

Ikan wader yang diolah menjadi kripik, ukurannya kecil-kecil. Warga lebih sering menyebutnya ikan wader yang masih balita

Editor: muslimah
Tribun Jateng/Irzal Adiakurnia
Gurihnya ikan danau berpadu bumbu pedas dan rempah yang menggoda. 

TRIBUNJATENG.COM - Berkunjung ke Rawa Pening, Ambarawa Kabupaten Semarang terdapat salah satu panganan khas yang tak boleh Anda lewatkan. Ialah Kripik Ikan Wader Rawa Pening, yang berbahan dasar ikan-ikan danau yang terkenal renyah.

Wader sendiri merupakan salah satu spesies ikan danau di Rawa Pening ini. Jumlahnya yang melimpah di danau ini, membuat para nelayang menjadikannya salah satu komoditi.

Gurihnya ikan danau berpadu bumbu pedas dan rempah yang menggoda.
Gurihnya ikan danau berpadu bumbu pedas dan rempah yang menggoda.

Ikan wader yang diolah menjadi kripik, ukurannya kecil-kecil. Warga lebih sering menyebutnya ikan wader yang masih balita. Jika dilihat ukurannya setengah dari jari kelingking orang dewasa.

Bentuk yang kecil itulah yang membuatnya cocok untuk jadi cemilan, karena habis dalam sekali lahapan.

Salah satu warga yang memproduksi oleh-oleh ikan wader ini, ialah Sri. Warga asal Banyu Biru tersebut rutin membeli ikan wader balita dari nelayan dan mengolahnya menjadi kripik yang gurih.

“Ikan itu dicuci, diolah pake tepung terigu, bumbu masak kaya bawang, merica, garam, ada juga jenis yang pedas pake olahan cabe,” ujar pemilik kios Kripik Ikan Crispy Cap 2 Putri tersebut.

Sri sendiri tak hanya mengolah ikan wader untuk kripiknya, ada juga udang, belut, mujair, dan gethol. Menurutnya semuanya merupakan hasil tangkapan dari Rawa Pening, sehingga bisa menjadi oleh-oleh wisatawan.

Kedai oleh-oleh keripik ini kerap dikujungi wisatawan yang mengunjungi Rawa Pening.
Kedai oleh-oleh keripik ini kerap dikujungi wisatawan yang mengunjungi Rawa Pening.

Kripik wader pedas merupakan menu favorit wisatawan di kedai oleh-olehnya. Selain renyah dan gurih, rasa pedasnya pun terasa di lidah saat Tribun Jateng mencobanya. Cabe rawit merah yang dipakai membuat rasa pedasnya tertinggal di akhir gigitan.

Sri sendiri biasa memasaknya dengan daun jeruk nipis, agar amis dari ikan tergantikan dengan harumnya daun jeruk tersebut.

Setiap ons kripiknya ia jual seharga Rp 20 ribu,  sedangkan satu perempat kilo seharga Rp 10 ribu.

Setiap hari ia berjualan di jejeran kedai oleh-oleh Rawa Pening, selain itu ia juga menjualnya di Banyu biru, Ambarawa, dan beberapa destinasi wisata di sekitar Rawa Pening. (Irzal Adiakurnia/magang tribunjateng)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved