Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Fara Diba Tiba-tiba Berteriak Saat Proses Rekonstruksi

Sejumlah warga sekitar dari anak kecil hingga orang tua, tampak ingin tahu dan menonton di sekitar clutser elit tersebut.

Editor: a prianggoro
Tribunnews
Fara Diba (berkerudung merah muda) memeluk kakaknya usai berteriak kepada pelaku, saat rekrontuksi adegan di Clutser Buana, Komplek Paninggilan Permai, Ciledug, Tangerang, Kamis (29/12/2016). 

TRIBUNJATENG.COM- Di tengah proses rekonstruksi,  Kamis (29/12/2016) siang, adik dari presenter kembar Fadli-Fadlan berteriak. Dengan nada tinggi, Fara terdengar memarahi pelaku yang berinisial RS tersebut.

Adegan Rekonstruksi bermula dari saat Fara tiba di rumah tersebut milik pelaku, hingga menaiki lantai dua rumah itu.

Saat di lantai atas, Fara terdengar berteriak.

"Kamu yang benar ya, jangan bohong kamu! Tatap mata saya!," teriak Fara.

Setelah berteriak, Fara tampak keluar menuju balkon dan memeluk kakak kandung perempuannya. 

Ia tampak sesenggukan dalam pelukan kakaknya. 

Kakak kandung Fara pun menenangkan adiknya yang mengenakan jilbab panjang berwarna merah muda tersebut.

Rekonstruksi diadakan di rumah pelaku yang ada di Clutser Buana, Komplek Paninggilan Permai, Ciledug, Tangerang.

Reka adegan dimulai tepat pukul 13.00 WIB. 

Pelaku hadir dengan mengenakan topeng dari kain berwarna hitam.

Seorang wanita berusia sekitar 25 tahun bernama Moli, menjadi pemeran pengganti yang memerankan Fara Diba.

Moli pun mengikuti adegan yang dijelaskan Fara Diba, mulai dari datang ke rumah pelaku hingga masuk rumah.

Fara didampingi pengacaranya, Henry Indraguna. Kedua kakak kembar Fara, Fadli Fadlan belum tampak hadir.

Pantauan Tribunnews, rumah pelaku yang bernomor 19 tampak dikelilingi garis polisi. 

Sejumlah warga sekitar dari anak kecil hingga orang tua, tampak ingin tahu dan menonton di sekitar clutser elit tersebut.

Sebelumnya pada Senin, (19/12/2016) lalu, Fara Diba mendatangi rumah pelaku berinisial RS, untuk melihat rumah yang hendak dijual tersangka. 

Namun nahas, saat melihat keadaan rumah Fara justru dipukul dan dilumpuhkan berkali-kali dengan alat kejut listrik. 

Pengacara yakin bahwa pelaku akan melakukan perkosaan terhadap Fara. (Tribunnews)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved