Kapolda Jateng Ungkap Ada Pelaku yang Berperan Mendokumentasikan Pengrusakan di Social Kitchen Solo

Sementara itu, Condro menegaskan tidak akan memberikan toleransi penangguhan penahanan kepada para tersangka.

Kapolda Jateng Ungkap Ada Pelaku yang Berperan Mendokumentasikan Pengrusakan di Social Kitchen Solo
ISTIMEWA
Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Puthut Dwi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Polda Jateng telah menahan sebelas tersangka pelaku yang terlibat dalam aksi pengrusakan serta penganiayaan di Cafe Social Kitchen Solo. Lima pelaku diantaranya sebagai penggerak aksi, dan enam pelaku lain sebagai tim di lapangan.

Aksi sweeping yang didalangi oleh ormas Luis ini sejatinya sudah terencana melalui pertemuan sebelumnya. Para pelaku pun mengantongi perannya masing-masing.

"Sudah ada pembagian tugas masing-masing. Siapa yang menyegel, mendokumentasikan, mengajak serta melalui handphone dan sebagainya. Jadi akan dijerat dengan pasal tindak pidana bersama-sama yakni pasal 169 dan 170 KUHP. Untuk pelaku yang melakukan perampasan barang dan uang akan kami tambahkan pasal pencurian. Nantinya kami akan limpahkan Kejaksaan Negeri Jateng," terang Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono di Mapolda Jateng, Kamis (29/11/2016).

Seorang tersangka yakni Ranu Muda Adi Nugroho diketahui berperan mendokumentasikan aksi sweeping tersebut atau tim propaganda. Adapun Edi Lukito tercatat sebagai Ketua ormas Luis, Joko Sutarto adalah Advokat Luis, Endro Sudarsono adalah Humas Luis, Yusuf Suparno adalah Sekretaris Luis dan Salman Al Farizi adalah Pelatih Fisik Luis.

"Lima pelaku sebagai penggerak dan enam pelaku lain sebagai tim di lapangan. Sebelum beraksi disarankan agar semua menutup muka. Untuk Ranu bertugas mendokumentasikan aksi," kata Condro.

Sementara itu, Condro menegaskan tidak akan memberikan toleransi penangguhan penahanan kepada para tersangka.

"Selain para tersangka bersikap tidak kooperatif, para tersangka lain masih dalam buruan kami. Dalam salah satu alat komunikasi tersangka ini bahkan menyarankan untuk kabur dan menghilangkan barang bukti. Ini pertimbangan tak ada penangguhan penahanan," pungkas Condro. (*)

Penulis: puthut dwi putranto
Editor: a prianggoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved