Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Belasan Jam Pendaki Slamet Luka-luka Terkapar Kesakitan, Tak Ada yang Hubungi Petugas

Padahal petugas telah memasang informasi nomor telepon darurat (emergency call) pada setiap titik pos.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: abduh imanulhaq
IST
Petugas memeriksa kondisi pendaki Gunung Slamet yang mengalami luka bakar akibat tendanya tersambar petir, Jumat (30/12/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Petugas pos pendakian Gunung Slamet Purbalingga, Slamet Ardianzah, menyesalkan keterlambatan laporan sambaran petir pada tenda pendaki.

Musibah itu terjadi Kamis (29/12/2016) pukul 22.00 WIB..

Pihaknya baru menerima laporan valid dari pendaki yang turun pada Jumat (30/12/2016), sekitar pukul 13.00 WIB.

"Jumat pagi, kami justru dapat info tersebut dari radio penduduk. Tapi masih simpang siur karena tak ada laporan ke kami," kata Slamet.

Baca: MENGERIKAN, Petir Sambar Tenda Pendaki Gunung Slamet hingga Terbakar, Dua Terluka

Meski belum mendapat laporan resmi, Jumat (30/12) pukul 09.00 WIB, basecamp mengirim tim SAR untuk naik dan mengecek kebenarannya.

Ternyata benar, dua korban itu masih terkapar kesakitan di pos 7.

Tim SAR lantas mengevakuasi korban dengan cara menandu setelah memberi pertolongan pertama.

Mereka dibawa ke Puskesmas Karangreja Purbalingga untuk mendapatkan perawatan.

"Kami mengecek kebenaran informasi dulu karena sering dikerjai kabar simpang siur. Semisal ada info orang tersesat, setelah kami cek ternyata tidak ada," jelasnya.

Slamet mengungkapkan, saat kejadian para korban itu tak sendirian.

Ada sekitar 30 pendaki di lokasi yang sama.

Bahkan ada teman mereka yang selamat meski tidur di tenda yang sama.

Ia pun menyayangkan tak ada inisiatif rekan atau pendaki lain menghubungi petugas.

Padahal petugas telah memasang informasi nomor telepon darurat (emergency call) pada setiap titik pos.

Adapun waktu tempuh dari pos 7 menuju basecamp sekitar 4 jam.

"Tidak ada yang turun memberitahu petugas atau menghubungi via telepon. Kalau pun sulit sinyalnya, bisa SMS pasti sampai. Kami bisa langsung bergerak," sesalnya. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved