Dalam Semalam 18 Tempat Hiburan Karaoke di Kudus Disegel

Disampaikan, usai penyegelan pihaknya akan memanggil pengelola atau pun pemilik tempat hiburan karaoke

Penulis: yayan isro roziki | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Yayan Isro Roziki
Bupati Kudus, Musthofa, bersama Kapolres Kudus, AKBP Andy Rifai, Dandim 0722/Kudus, Letkol Gunawan YK, serta jajaran Forkopimda lainnya, turuntangan melakukan penyegelan tempat hiburan karaoke, Kamis (29/12/2016) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)‎, Abdul Halil, mengatakan timnya melakukan penyegelan terhadap 18 tempat hiburan karaoke yang ada di Kota Kretek. Menurut dia, Bupati Kudus telah membentuk tim‎ untuk penegakan Perda 10/2015.

Disebutkan, tim terdiri dari Satpol PP, bagian hukum Setda Kudus, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT), pihak kepolisian, TNI, ‎pimpinan DPRD, serta unsur Forkopimda lainnya.

Disampaikan, usai penyegelan pihaknya akan memanggil pengelola atau pun pemilik tempat hiburan karaoke.

"Sete‎lah ini, kami panggil dan hadapkan mereka kepada tim," ucapnya, Kamis (29/12) malam.‎

Disinggung, langkah apa yang akan diambil jika para pengusaha tempat hiburan karaoke membandel, Halil mengaku tak ingin berandai-andai. Ia yakin, mereka akan patuh dan memenuhi panggilan yang dilayangkan.

Ditandaskan, jika mendapati segel yang rusak‎, pihaknya akan melakukan tindakan tegas. "Jika ada perusakan segel yang telah dipasang, akan kami laporkan ke pihak kepolisian," tandasnya.

Menurut dia, Bupati memberi tenggat waktu satu minggu bagi tim untuk menyegel dan menutup seluruh tempat hiburan karoke yang ada. Nyatanya, imbuh dia, hanya dalam satu malam tim sudah mampu menutup seluruh tempat hiburan karaoke yang ada.

"Tempat karaoke yang berbilik sudah disegel, tinggal yang hall saja," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, ‎GP Ansor Kudus menilai bahwa terjadinya peristiwa berdarah di Lobby Cafe, tak lepas dari memblenya kinerja Satpol PP dalam upaya menegakkan Perda 10/2015, tentang Usaha Hiburan Diskotek, Kelab Malam, Pub, dan Penataan Hiburan Karaoke. Demikian disampaikan Ketua GP Ansor Kudus, Sarmanto Hasyim.

"Satpol PP siap gak menegakkan Perda? Realisasinya masih banyak tempat karaoke yang masih buka secara bebas hingga kini," katanya, Rabu (28/12).

Lantaran itu, sambung dia, pihaknya menagih janji Bupati Kudus, Musthofa, sebagai atasan langsung Satpol PP. Menurut dia, dalam persitiwa ini Satpol PP telah teledor dan kecolongan.

Selama ini Satpol PP selalu galak dan tegas kepada para gelandangan, pengemis, dan PKL. Kenapa dengan karaoke tak seperti itu. Kita gak tahu seperti apa kinerja Satpol PP," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Kudus, Musthofa, turuntangan secara langsung merazia, serta langsung melakukan penyegelan terhadap tempat-tempat karaoke yang ada di Kota Kretek, Kamis (29/2) malam. Selain Bupati, Kapolres Kudus, AKBP Andy Rifai; Komandan Kodim 0722/Kudus, Letkol Czi Gunawan Yudha Kusuma; Ketua DPRD Kudus, Masan; Kajari Kudus, Hasran HS, dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya, juga turut serta dalam upaya penegakan Perda 10/2015, tentang Usaha Hiburan Diskotek, Kelab Malam, Pub, dan Penataan Hiburan Karaoke‎.

‎Sekitar pukul 22.00, Bupati dan rombongan, bergerak dari pendopo kabupaten. Lokasi pertama yang dituju adalah cafe dan tempat karaoke New Star dan juga Texas, keduanya berada di komplek Ruko Ranggalawe, Jalan KH Agus Salim.

Saat rombongan tiba, kedua tempat karaoke tersebut tampak tutup.

Kendati demikian, Bupati langsung melakukan penyegelan, dan petugas Satpol PP kemudian memasang pita kuning bertuliskan 'Belum Berizin'. Proses penyegelan mendapat pengawalan puluhan aparat TNI-Polri, untuk mengantisipasi terjadinya perlawanan atau hal-hal yang tak diinginkan. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved