Kasus Pembunuhan

Ternyata Ini Barang-barang Dodi Triono yang Digondol Komplotan Ramlan Butarbutar

Ternyata Ini Barang-barang Dodi Triono yang Digondol Komplotan Ramlan Butarbutar. Satu pelaku perampokan masih dalam pengejaran polisi.

Ternyata Ini Barang-barang Dodi Triono yang Digondol Komplotan Ramlan Butarbutar
TRIBUNNEWS.COM
Korban Selamat Zanette Kalila (13) menangis saat melihat jenazah korban pembunuhan di Pulomas saat dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta, Rabu (28/12/2016). Tiga dari keenam korban pembunuhan di Pulomas dimakamkan di TPU Tanah Kusir yaitu Dodi Triyono, dan anaknya, Diona Arika Andra Putri (16) dan Dianita Gemma Dzalfayla (9). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA- Dua tas milik keluarga Dodi Triono (59) hilang dari lokasi perampokan sadis di Jalan Pulomas Utara Nomor 7A, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, pada Senin siang (26/12).

"Dua tas yang warnanya hijau dan kuning," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan saat ditemui di Polda Metro Jaya, Kamis (29/12).

Menurut Iriawan, kedua tas tersebut dari kamar salah satu korban. Dari keterangan dua pelaku yang telah ditangkap, tas itu dibawa oleh Yus Pane, tersangka terakhir yang belum ditangkap Polda Metro Jaya. Iriawan mengatakan saat ini masih mengusahakan mencari keberadaan Yus dan tas tersebut.

Meskipun begitu, Iriawan mengatakan belum mengetahui isi di dalam tas tersebut. "Isinya kami belum tahu," kata dia.

mantan istri menangis di pemakaman dodi triono
Mantan istri kedua Dodi Triono, Almianda Shafira menangis saat melihat jenazah korban pembunuhan di Pulomas di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Rabu (28/12/2016). Tiga dari keenam korban pembunuhan di Pulomas dimakamkan di TPU Tanah Kusir yaitu Dodi Triyono, dan anaknya, Diona Arika Andra Putri (16) dan Dianita Gemma Dzalfayla (9). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Saat ini, Polda telah mengumpulkan sejumlah barang bukti dari tangan tiga pelaku yang telah ditangkap. Barang bukti berupa sejumlah uang rupiah, ringgit Malaysia, baht Thailand, juga dollar. Iriawan meyakini hasil rampokan di rumah milik Dodi Triono itu, telah dibagikan secara rata di antara keempat pelaku.

Selain itu, sejumlah barang seperti jam Rolex, ponsel juga ikut disita dari para pelaku. Namun Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan masih belum bisa mengonfirmasi barang-barang tersebut sebagai hasil rampokan.

Kapolda Metro Jaya
Windy AStuti (23) pembantu rumah tangga yang selamat dari perampokan di rumah majikannya, saat dikunjungi Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan, di RS Kartika, Pulomas, Jakarta Timur, Kamis (29/12)

"Kami harus kroscek dulu dari keluarga korban kira-kira barang yang hilang itu apa saja," kata Argo. Namun korban dan keluarganya hingga saat ini belum bisa dimintai keterangan karena masih trauma.
=========================================
- Tinggal satu pelaku perampokan sadis belum tertangkap
- Polisi telah mendeteksi persembunyian pelaku
- Pelaku bernama Yus Pane itulah yang menyeret korban dari lantai 2
- Yus Pane jugalah yang memasukkan korban ke toilet
=========================================

Rabu (28/12), Polda Metro Jaya menangkap tiga pelaku perampokan berdarah di rumah Dodi Triono di Pulomas, Jakarta Timur. “Kapten” perampokan, Ramlan Butarbutar, dan Erwin Situmorang ditangkap di Bekasi pada siang hari. Ramlan akhirnya tewas karena kehabisan darah setelah kakinya ditembak. Sedangkan Alfins Bernius Sinaga, yang berperan sebagai sopir saat aksi, ditangkap pada malam harinya, juga di Bekasi.

Aksi empat orang itu menyebabkan enam nyawa penghuni rumah melayang. Kawanan perampok spesialis rumah mewah itu menyekap 11 orang penghuni rumah di dalam sebuah toilet berukuran 1,5 x 1,5 meter tanpa sirkulasi udara. Enam orang tewas kehabisan oksigen saat ditemukan. Lima orang lain yang selamat saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Kartika Pulomas, Jakarta Timur.

Sementara itu, Irjen Iriawan menegasan pihaknya akan mendalami dugaan pelaku perampokan dan penyekapan sadis di Pulomas merupakan orang suruhan. Tapi Iriawan menegaskan, motif sementara kasus tersebut adalah murni perampokan. "Ada tidak yang mengarahkan, kita mendalami, tapi analisa sementara itu. Kita jangan lakukan asumsi atau berandai-andai, tidak boleh, apalagi dikaitkan keluarga dan sebagainya, kita harus berdasarkan faktai," ujar Iriawan.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved