Senin, 11 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Icip icip Kuliner

Cerita Dibalik Lahirnya Bakso Krikil Khas Magelang, Ternyata karena Ada Anak Kecil Sering Nangis

Bakso krikil, salah satu kuliner unik khas Magelang ini ternyata juga punya asal-usul yang cukup unik

Tayang:
Editor: muslimah
Tribun Jateng/Irzal Adiakurnia
Semangkuk bakso kerikil. 

TRIBUNJATENG.COM - Bakso krikil, salah satu kuliner unik khas Magelang ini ternyata juga punya asal-usul yang cukup unik. Kuliner ini terlahir sejak tahun 1995 di Taman Kota Badaan Magelang.

Abdul Malik, salah satu penjual Bakso Krikil Magelang yang tersohor mengatakan bakso tersebut lahir dari tangan pamannya yang mulai berjualan bakso tahun 1990.

“Dulu paman saya yang punya ide bikin bakso kecil-kecil ini, sebelumnya udah jualan bakso juga di depan rumah Gubernur Akmil, pojok Taman Badaan, Magelang,” ujar pria yang kerap disapa Alex, pada Tribun Jateng saat dikunjungi, Minggu (11/12/2016).

Ia menceritakan dulu pelanggan bakso pamannya sering kalo membawa keluarga bersama anak-anaknya. Seketika anak-anaknya sering nangis ketika orang tuanya sedang asik menikmati bakso Pak Supri yang merupakan pamannya tersebut.

Bahkan tak jarang anak-anaknya yang rewal itu mengacak-acak hidangan bakso yang sedang dinikmati pelanggan. Karena peristiwa tersebut, pamannya berinisiatif menyiapkan bakso kecil-kecil untuk dibagikan ke anak-anaknya tersebut.

“Paman nyiapin bakso kecil-kecil dari rumah, pas ada pelanggan yang bawa anak, dikasihin ke anaknya pake plastic dikasi kecap, anaknya diem malah anteng deh,” ujar Alex.

Dari situlah keesokan harinya orang tua malah menginginkan bakso kecil tersebut di dalam porsi bakso mereka. Lama kelamaan, seiring banyak yang malah memesan bakso kecil tersebut, nama bakso Pak Supri tergantikan dengan nama Bakso Kerikil Magelang.

bakso kerikil
Salah satu penjual yang merupakan pelopor lahirnya bakso ini ialah gerobak Bakso Krikil Pertama, pa Alex

“Waktu itu orang-orang banyak yang minta karena unik, terus juga jadi kelihatan banyak baksonya, ga abis-abis,” tambahnya.

Pada awal tahun 1995 itu, Alex sudah ikut membantu pamannya berjualan, satu porsi bakso krikil masih seharga Rp 2.000, saat ini bakso di kedainya tersebut seharga Rp 10 ribu per porsi.

Saat itu merupakan masa keemasan usaha kuiner baksonya, setiap hari ia dan pamannya bisa menghabiskan 20 kilogram daging sapi. Menurutnya, sejak diwariskan padanya, dan berpindah tempat karena penertiban dari pemerintah, semakin banyak yang menirukan usaha bakso krikilnya.

Meski begitu, kini Bakso Krikil Pertama yang merupakan nama usaha baksonya masih bertahan dan memiliki pelanggan-pelanggan setia baik yang baru maupun sejak zaman pamannya dahulu.

“Ini karna resep-resep terutama cara masak yang saya pegang teguh dari paman saya, jadi rasanya juga tetap beda dengan bakso krikil lain,” tutupnya.

Penasaran dengan rasanya? Anda bisa mengunjungi Bakso Krikil Pertama, yang berlokasi di Jalan Ade Irma Suryani, serong barat Museum Jendral Sudirman. Gerobaknya bercorak merah buka mulai pukul 11.00 hingga 21.00.

Suasana Taman Badaan yang rindang dengan pepohonannya sangat cocok untuk menikmati seporsi bakso krikil hangat khas Magelang. Satu porsinya dapat dibeli dengan harga Rp 10 ribu saja tanpa ketupat. (Muhammad Irzal Adiakurnia/magang Tribun Jateng)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved