Puskesmas Tirto II Pekalongan Gagal Akreditasi Karena Pembangunan Mangkrak

Puskesmas yang dipimpin dokter Ratna Susanti itu juga tidak bisa mengikuti proses akreditasi

Puskesmas Tirto II Pekalongan Gagal Akreditasi Karena Pembangunan Mangkrak
Tribun Jateng/m radlis
Kondisi Puskesmas Tirto II, Kabupaten Pekalongan terlihat berantakan. Batu bata, pasir serta alat alat bangunan berserakan di mana mana. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Radlis

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Puskesmas Tirto II Kabupaten Pekalongan yang pembangunannya mandek karena ditinggal kabur oleh pengembang sampai saat ini masih berantakan.

Sisa sisa bahan material bangunan hingga lubang bekas bongkaran masih terlihat di beberapa titik.
Tak hanya pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan, imbas dari kaburnya pengembang pembangunan lebih parah.

Puskesmas yang dipimpin dokter Ratna Susanti itu juga tidak bisa mengikuti proses akreditasi.

Menurut dokter Ratna, Puskesmas Tirto II harusnya telah mengikuti proses akreditasi. Rencananya, akreditasi telah melekat apabila saat ini mengikuti proses akreditasi.

Namun apa daya, pengembang proyek puskesmas itu malah pergi entah kemana tanpa menyelesaikan proyek yang memakan anggaran lebih dari Rp 650 juta itu.

"Pembangunan itu satu upaya mendapatkan akreditasi. Tapi mau bagaimana lagi, pengembangnya melarikan diri," kata dr Ratna, Selasa (3/1/2017).

Diperparah lantaran tidak adanya langkah yang dilakukan oleh penegak hukum memburu pengembang tersebut meski tim dari Kejaksaan Negeri Kajen telah ke lokasi dan melihat kondisi puskesmas tersebut.

"Tidak ada yang memburu pengembang itu, katanya sih orang Batang. Ini mau bagaimana ikut akreditasi sementara fasilitas puskesmas seperti ini," katanya. (*)

Penulis: muh radlis
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved