Tebing Lereng Gunung Pawinihan Banjarnegara Longsor dan Pendam Jalan Penghubung Desa

Ratusan warga desa Prendengan, Banjarmangu bergotong royong membersihkan jalan penghubung desa Prendengan-Banjarmangu dari material longsor

Tebing Lereng Gunung Pawinihan Banjarnegara Longsor dan Pendam Jalan Penghubung Desa
Tribun Jateng/Khoirul Muzaki
Warga desa Prendengan, Banjarmangu menunjukkan rekahan tanah di puncak tebing lereng gunung Pawinihan, dekat pusat longsoran sebelumnya. Di dasar tebing, terdapat jalan raya penghubung desa ke Kecamatan Banjarmangu yang selalu ramai kendaraan. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Ratusan warga desa Prendengan, Banjarmangu bergotong royong membersihkan jalan penghubung desa Prendengan-Banjarmangu dari material longsor, Rabu pagi (4/1).

Tebing lereng gunung Pawinihan setinggi sekitar 100 meter longsor dan menimpa jalan raya pada Rabu dini hari, pukul 01.00 WIB.

Material longsor berupa tanah dan bebatuan sempat menimbun jalan sepanjang 15 meter, dengan tinggi 1,5 meter sampai 3 meter. Beberapa pohon yang tumbang telah dipotongi warga.

"Untungnya kejadiannya dini hari, sehingga tidak menimbulkan korban karena tidak ada warga yang melintas saat itu,"kata Kepala Desa Prendengan Faturrahman, Rabu (4/1).

Longsor juga menyebabkan hampir separuh badan jalan kabupaten itu ambrol sepanjang sekitar 5 meter. Sebagian material longsor meluncur ke dasar jurang, ke arah sungai Kaliurang.

Akibat tertutup material longsor, akses jalan sempat terputus. Padahal, menurut Fatur, jalan itu menjadi akses utama warga menuju kecamatan Banjarmangu. Karena akses tertutup, arus kendaraan terpaksa dialihkan melalui jalur alternatif, Prendengan-Pegerpelah Karangkobar dengan waktu tempuh lebih lama.

"Kalau lewat jalur altetnatif jarus memutar 14 kilometer, atau setengah jam lebih lama, sehingga banyak siswa yang telat ke sekolah,"katanya

Masalahnya, menurut Fatur, jalur alternatif itu pun kondisinya tak kalah memprihatinkan. Beberapa titik jalan penghubung antar desa dan kecamatan Karangkobar itu rusak parah, dan ambles karena terkikis longsor.

Meski akses jalan sudah bisa dilewati, longsor susulan, kata Fatur masih dimungkinkan terjadi. Dalam sepekan ini, terjadi dua kali longsor di lokasi yang sama. Kejadian longsor sebelumnya terjadi pada Sabtu (31/12), dan mengakibatkan jalan terkubur material longsor.

Fatur berharap, pemerintah kabupaten dapar memberikan perhatian serius terhadap kedua jalan utama desa itu karena terancam longsor.

"Tidak ada jalan lain lagi, kalau dua jalan itu kena longsor. Desa kami bisa terisolir karena tidak bisa kemana-mana," katanya. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved