Breaking News:

Gus Ipul Penasaran Wisata 'Jeglongan Sewu' Yang telah Menewaskan 57 Jiwa

Sebanyak 57 kecelakaan lalu lintas terjadi di sepanjang Jalan Raya Manyar yang kini dikenal orang sebagai wisata “Jeglongan Sewu” tersebut.

Editor: Catur waskito Edy
Kontributor Gresik, Hamzah Arfah
Gus Ipul (dua dari kiri) ditemani Bupati Gresik Sambari Halim Radianto (kiri) saat meninjau wisata "Jeglongan Sewu", Kamis (5/1/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, GRESIK -- Objek wisata “Jeglongan Sewu” di Gresik yang sempat menjadi viral di media sosial (medsos) warga Pantura sudah memakan banyak korban.

Menurut data Satlantas Polres Gresik, selama rentang tahun 2016, sebanyak 57 kecelakaan lalu lintas terjadi di sepanjang Jalan Raya Manyar yang kini dikenal orang sebagai wisata “Jeglongan Sewu” tersebut.

“Dari jumlah kecelakaan itu, sebanyak 19 korban meninggal dunia, tiga korban mengalami luka berat, dan sisanya mengalami luka ringan,” tutur Kanit Laka Lantas Satlantas Polres Gresik Ipda Supriyono, Kamis (5/1/2017).

Oleh karena itu, menurut dia, warga geram karena perbaikan jalan tak kunjung dilakukan pun sempat melakukan beberapa aksi nyata. Warga protes dengan cara menanami jalan raya dengan batang pohon, mendatangi para pemimpin pemerintahan daerah setempat, hingga melakukan aksi sedikit anarkis dengan menggelundungkan pipa gas milik PT PGN yang hendak dipasang ke tengah-tengah jalan, pada penghujung 2016 lalu.

“Kami khawatir saja kalau tidak segera dilakukan perbaikan di sepanjang jalan yang rusak, akan banyak lagi korban berjatuhan. Sebab ini jalur utama, yang menghubungkan warga Gresik timur dengan beberapa perusahaan dan kota yang ada di barat,” ucap Abdur Rozaq (34), salah satu warga Desa Betoyo, Kecamatan Manyar, Gresik.

Imbasnya, selama beberapa hari Jalan Raya Manyar, Gresik sempat dilanda kemacetan parah pada saat jam keberangkatan kerja. Kondisi yang membuat warga semakin jengkel dan terus membahasnya dalam akun medsos-nya masing-masing, yang tanpa disepakati kemudian merujuk menjadi wisata “Jeglongan Sewu” lantaran jalan rusak dengan dipenuhi banyak lubang.

“Makanya kemarin sebagian warga yang jengkel, kemudian dengan sengaja menggelundungkan pipa gas yang hendak dipasang di pinggir ke tengah jalan yang membuat kemacetan parah, yang kemudian membuat istilah Jeglongan Sewu semakin terkenal,” sahut Muhammad Ikrom (38), salah seorang warga Desa Manyar.

Terkenalnya wisata “Jeglongan Sewu” lantas mengundang rasa penasaran Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf alias Gus Ipul untuk melakukan sidak, pada Kamis (5/1/2017). Orang nomor dua di Jatim ini sepakat, bila aspirasi dari masyarakat memang cukup mendesak untuk segera ditanggapi, demi mencegah angka kecelakaan di daerah tersebut terus meningkat. (Hamzah Arfah)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved