TRAGIS! ABG Ini Seusai Dicekoki Ciu Digilir Empat Pemuda di Tanggul Irigasi

Kapolsek Majenang AKP Fuad mengatakan, kedua pelaku yang berhasil ditangkap adalah KRN alias Ari (29) serta PNJ alias Jebeng (27),

Penulis: khoirul muzaki | Editor: Catur waskito Edy
istimewa

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP -- Kepolisian Sektor Majenang Polres Cilacap tengah mengungkap kasus perbuatan asusila terhadap Mawar, (15), bukan nama aslinya, siswi SMP, warga Desa Jenang Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap.

Polisi berhasil menangkap dua pelaku, dan masih mengejar dua pelaku lainnya yang saat ini masih buron.

Kapolsek Majenang AKP Fuad mengatakan, kedua pelaku yang berhasil ditangkap adalah KRN alias Ari (29) serta PNJ alias Jebeng (27), keduanya warga Dusun Rawadadi Desa Pahonjean Kecamatan Majenang.

Kapolsek mengungkapkan, pelaku ditangkap pada Selasa (3/1) atas dasar laporan dari pihak korban.

Kronologi kejadian bermula pada pertengahan November 2016 lalu, Sabtu (19/11), korban datang ke tanggul irigasi Dusun Klepusari RT 05 RW 15 Desa Pahonjean Kecamatan Majenang dan berkenalan dengan para pelaku berjumlah 4 orang.

Para pelaku saat itu sedang minum minuman keras jenis ciu. Setelah berkenalan, korban lantas diajak minum minuman keras oleh para pelaku hingga korban mabuk.

"Saat mabuk tersebut korban di setubuhi secara bergiliran oleh keempat pelaku" jelas Kapolsek Majenang AKP Fuad dalam rilis yang diterima Tribun, Kamis (5/1).

Kejadian itu terungkap setelah korban menceritakan kejadianya kepada orang tuanya yang kemudian melaporkan ke Polsek Majenang.

Polsek Majenang telah menyita beberapa barang bukti, antar lain baju yang dikenakan korban. Polisi juga memintakan visum et repertum di RSUD Majenang .

"Terhadap 2 pelaku lain yang sudah diketahui identitasnya kami masih melakukan pengejaran" tambah Kapolsek.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, pelaku dijerat dengan pasal 81 dan 81 Undang  undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Kepada para orang tua, Kapolsek mengimbau agar lebih memperhatikan pergaulan anaknya, serta lebih banyak mencurahkan kasih sayang dan perhatian kepada mereka. Dengan demikian, akan terjalin komunikasi yang harmonis antara orang tua dan anak.

"Perlu ditanamkan nilai nilai agama untuk menumbuhkan semangat tanggung jawab pada pribadi anak sehingga mereka bisa menjaga diri dan berani menolak kejelekan,"katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved