Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto Serahkan Empat Traktor ke Kelompok Tani di Semarang

Sebagai wilayah perkotaan, Semarang masih menyisakan lahan pertanian seluas 2.600 hektare.

Penulis: galih permadi | Editor: abduh imanulhaq
IST
Agus Hermanto menyerahkan empat traktor kepada perwakilan kelompok tani di desa wisata Kandri, Gunungpati, Kota Semarang, Kamis (5/1/2017. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Empat kelompok tani di Kota Semarang mendapatkan bantuan sarana pertanian berupa empat traktor dari Kementerian Pertanian.

Bantuan ini diserahkan oleh Wakil Ketua DPR Agus Hermanto di desa wisata Kandri, Rabu (4/1) lalu.

Agus mengatakan traktor sangat dibutuhkan petani.

Program ini merupakan hasil aspirasinya sebagai anggota dewan.

"Kelompok tani yang menerima tak boleh membayar atau keluar uang dari mendaftar sampai mendapat bantuan traktor. Pemberian bantuan ini sesuai hasil aspirasi masyarakat yang telah kami lakukan karena kebetulan Kota Semarang merupakan daerah pemilihan saya," ujar Agus dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Kamis (5/1/2017).

Anggota legislatif dari Dapil 1 Jawa Tengah itu menegaskan bantuan dari Kementerian Pertanian bersifat hibah.

Namun, Dinas Pertanian Kota Semarang tetap wajib mengawasi penggunaannya di lapangan.

"Jika masih membutuhkan bantuan sarpras pertanian, saya siap memfasilitasi lagi. Memang belum banyak aspirasi kelompok pertanian di perkotaan yang memperjuangkan. Padahal wilayah perkotaan juga memiliki lahan pertanian dan punya daerah penyangga seperti Kota Semarang," tuturnya.

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, WP Rusdiana, mengatakan penerima bantuan adalah Kelompok Tani Tanirejo, Kepohrejo, Sumber Raharjo, dan Subur Jaya.

Dia menyebut sebagai wilayah perkotaan, Semarang masih menyisakan lahan pertanian seluas 2.600 hektare.

"Luas sawah terutama di kawasan Mijen dan Gunungpati dalam lima tahun terakhir berkurang sekitar 1.000 hektare," ujar Rusdiana.

Traktor ini sangat dibutuhkan kelompok tani untuk melakukan mekanisasi pertanian.

Adapun kelompok wanita tani juga mendapat bantuan uang Rp 15 juta untuk optimalisasi pekarangan.

Asisten II bidang Administrasi Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Semarang, Ayu Entys, berharap bantuan itu memberi semangat kepada petani.

Selama ini bantuan biasanya bersifat sewa dari pemerintah, sedangkan traktor ini bantuan hibah.

"Jika tak dapat memanfaatkan secara baik, siap diberikan kepada petani lain. Bantuannya jangan sampai rusak atau malah hilang. Kalau bisa harus tambah dan digunakan secara bergantian dengan sewa. Uang sewa kalau sudah terkumpul banyak bisa untuk beli traktor baru," jelas Ayu. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved