Perajin Asal Kabupaten Pekalongan Ubah Kaleng Bekas Jadi Benda Bernilai Tinggi
Perajin asal Kabupaten Pekalongan menyulap kaleng bekas menjadi kerajinan bernilai tinggi.
Penulis: raka f pujangga | Editor: galih pujo asmoro
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Perajin asal Kabupaten Pekalongan menyulap kaleng bekas menjadi kerajinan bernilai tinggi.
Heny Turniawati (41), warga Kemplong, Wiradesa, Kabupaten Pekalongan itu membuat kerajinan cantik yang dihias kertas tisu dengan motif bunga, buah, hewan, atau motif lainnya sesuai keinginan pemesan.
Alhasil, kaleng menjadi indah dan bermanfaat, karena bisa difungsikan sebagai celengan, kotak tisu, maupun kotak penyimpanan aksesoris dan barang-barang lainnya.
Hiasan yang digunakan untuk mempercantik suatu media, disebut Heni sebagai seni decoupage.
"Decoupage adalah seni memotong, yang menggunakan kertas bermotif bunga maupun motif lainnya sesuai yang kita inginkan," jelasnya dalam siaran persnya Jumat (6/1/2016).
Media yang biasa digunakan Heni untuk dihias tisu decoupage antara lain media anyaman pandan yang sudah berbentuk tas, clutch, tempat tissue, tempat air mineral, media kayu, kaca, juga kain, bahkan kaleng bekas.
Kertas tisu decoupage masih diimpor dari Belanda dan Amerika yang biasa dibeli Heni di Jakarta.
Kerajinan yang dihasilkan Heny dengan seni decoupage seperti terlihat di galerinya di Perumahan Pisma Jalan Nanas No 15, Kemplong, Wiradesa, antara lain dompet dan tas wanita dari anyaman daun pandan maupun kulit, tempat tisu, celengan, kotak perhiasan, tempat hp, sarung bantal kursi, bakiak, gelas, teko, cangkir, dan barang-barang lainnya.
Heny menjual produknya mulai harga Rp 50.000 hingga yang paling mahal Rp 450.000 per buah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/perajin-asal-kabupaten-pekalongan-menyulap-kaleng-bekas-menjadi-kerajinan-bernilai-tinggi_20170106_142556.jpg)