Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Deklarasi Anti Hoax, PBNU Ajak Kampanyekan Dakwah Ramah

Di tengah gencarnya berita-berita fitnah dan konten hoax di media sosial Netizen Nahdlatul Ulama (NU) Jateng bergerak menyatukan barisan.

Penulis: m nur huda | Editor: iswidodo
tribunjateng/muh radlis
Presiden Jokowi Sarungan Saat Shalawatan di Pekalongan bersama Habib Lufhfi bin Yahya, Minggu 8 Januari 2017. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Di tengah gencarnya berita-berita fitnah dan konten hoax (berita palsu) di media sosial (medsos), Netizen Nahdlatul Ulama (NU) Jateng bergerak menyatukan barisan.

Netizen NU Jateng, mengampanyekan bermedia sosial secara inspiratif dan berakhlakul karimah, dengan Deklarasi Damai Netizen NU, di Aula Gedung NU Kabupaten Pekalongan, Jateng, pada Minggu (8/1/2016).

Hadir dalam Silaturahmi dan Kopdar (kopi darat) Netizen NU Jateng, Helmy Faisal Zaini (Sekjen PBNU), Arief Rohman (Wakil Bupati Blora), H Bisri (FKB-DPR RI), Sukirman (Wakil Ketua DPRD Jateng), Hasan Chabibie (Pegiat Literasi), dan beberapa pegiat medsos, di antaranya M Rikza Chamami (Dosen UIN Walisongo Semarang), Sholahuddin al-Ahmadi (GP Ansor Jateng), Abdullah Hamid (RMI PBNU), dan Munawir Aziz (LTN-PBNU).

Dalam agenda ini, didengungkan deklarasi damai Netizen NU Jateng, yang menyeru keaktifan warga Nahdliyyin untuk menyebarkan konten-konten inspiratif di media sosial. Deklarasi ini juga mendorong warga untuk memenuhi media sosial dengan berita, video dan grafis yang inspiratif, untuk melawan hoax.

Sekjen PBNU, Helmy Faisal Zaini, melalui siaran persnya, mengungkapkan, pentingnya bermedia sosial secara inspiratif. PBNU menyelenggarakan Kopdar Netizen di beberapa kota untuk menyelaraskan dakwah di media sosial.

"Sekarang ini, dakwah menggunakan media sosial sangat penting untuk mengampanyekan Islam ramah ala Nahdlatul Ulama," tegas Helmy.

Pegiat Literasi dan praktisi pendidikan, Chasan Habiebie menegaskan, pentingnya gerakan Literasi Digital untuk komunitas pesantren. Saat ini fenomena hoax sudah demikian membahayakan. Perlu gerakan sistematis untuk melawan hoax, dengan memilah konten-konten di media sosial sekaligus memproduksi konten inspiratif untuk dakwah medsos.

"Komunitas pesantren dan warga Nahdliyyin, perlu diaktifasi agar cerdas bermedia sosial," tegasnya.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Sukirman, menegaskan, pentingnya menggerakkan komunitas untuk berdakwah di medsos. Media sosial cukup efektif untuk menggerakkan gagasan. Warga bisa langsung lapor kepada Presiden Jokowi dan Gubernur, atau pemimpin daerah lainnya, jika ada masalah mendesak di lingkungannya.

"Kami mendorong pelatihan-pelatihan media sosial, agar warga NU dan komunitas pesantren mampu menggerakkan gagasan melalui media sosial," katany.

Koordinator Ansorcy bermedia PW GP Ansor Jateng, Sholahuddin Al-ahmadi, mengatakan hari ini masyarakat kebanjiran informasi tapi miskin makna. Maka dari itu Kopdar NUtizen ini menjadi penting untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat bagaimana menciptakan produk-produk yang memiliki makna di media sosial.

"Sekarang jangan lagi kita menjadi kolektor berita hoax atau sampah-sampah teks online yang menebarkan fitnah. Kita pilang informasi yang memiliki makna dan kemanfaatan bagi diri kita dan masyarakat, kita hiasi sosial media penuh dengan informasi yang bermakna,"ujarnya.

Dalam agenda ini, lebih dari 200 peserta hadir memenuhi lokasi kegiatan, yang datang dari berbagai kota di Jawa Tengah. Sebelumnya, peserta juga berpartisipasi dalam rangkaian Maulid Akbar di Kanzus Sholawat, yang diselenggarakan jam'iyyah thariqah yang diasuh Habib Luthfi bin Yahya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved