Polisi Wonosobo Tangkap Pelaku Pengeroyokan saat Konser Dangdut

Setelah kami periksa beberapa saksi, hanya ada 4 orang yang melakukan pemukulan. Seorang pelakunya yaitu Fitri Santoso, sementara pelaku lain DPO

Polisi Wonosobo Tangkap Pelaku Pengeroyokan saat Konser Dangdut
Khoirul Muzaki
Pelaku pengeroyokan warga desa Gondowulan Kepil Wonosobo diamankan di Mapolres Wonosobo (humas Polres Wonosobo) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO -- Petugas Satreskrim Polres Wonosobo menangkap warga Desa Gondowulan Kecamatan Kepil, Fitri Santoso (27) karena diduga melakukan pengeroyokan terhadap warga Desa Kalikarung Kecamatan Kalibawang, Abdul Rouf (19). Tersangka ditangkap di rumahnya saat pulang dari ladang.

"Meski berusaha melarikan diri, Personel Gabungan dari Satreskrim Polres Wonosobo dan Polsek Kepil berhasil mengamankan tersangka,"kata Kasatreskrim AKP Suharjono, Senin (9/1).

Kasatreskrim AKP Suharjono, mengatakan, pengeroyokan tersebut terjadi saat ada pentas dangdut di Dusun Gilingan, Desa Gondowulan Kepil pada 14 Desember 2016 lalu. Waktu itu, korban yang tengah berjoget diduga bersenggolan dengan penonton lain. Korban kemudian dikeroyok sejumlah pemuda.

"Setelah kami periksa beberapa saksi, hanya ada 4 orang yang melakukan pemukulan. Seorang pelakunya yaitu Fitri Santoso, sementara pelaku lain masih dalam pencarian yaitu M, N, dan T," terang AKP Suharjono.

Kasubbag Humas Polres Wonosobo AKP Agus Priyono, mengatakan, Polres Wonosobo berkomitmen, setiap pelanggar hukum akan ditindak tanpa pandang bulu. Termasuk, terhadap kasus pengeroyokan dan perkelahian.

"Utamanya berkaitan dengan pengeroyokan maupun perkelahian antar kampung, akan kami usut tuntas. Siapapun yang terlibat juga akan kami tangkap," tutup Kasubbag Humas.

Saat ini pelaku Fitri telah diamankan di Mapolres Wonosobo. Pelaku dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan atau pengrusakan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Menurut pengakuan pelaku Fitri, pada saat kejadian, dia sedang menonton orkes dangdut bersama teman-temannya.
Tiba-tiba, ia melihat ada keributan di tengah keramaian itu. Fitri kemudian ikut memukul pada bagian kepala korban menggunakan tangan kosong.

Ia pun mengakui sempat berupaya melarikan diri saat akan ditangkap aparat Kepolisian. Ia merasa takut saat mau ditangkap.

"Saya tahu kalau saya salah karena kejadian itu. Makanya saya berusaha lari," ujarnya. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved