Breaking News:

Menteri Perindustrian : Nilai Investasi Industri Semen 2016 Capai Rp 15 Triliun

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, nilai investasi industri semen pada tahun 2016 mencapai Rp 15 triliun.

Penulis: kristiyawanto | Editor: a prianggoro
tribunjateng/m sofri kurniawan
Ratusan warga pro pabrik Semen Rembang menggelar unjuk rasa di depan kantor Gubernur Jateng, Jumat (14/10/2016). Mereka meminta agar Gubernur Jateng tidak mencabut izin pendirian pabrik semen di Rembang. Karena selama ini pada proses pembangunannya saja, dirasa sudah memberikan efek positif ke warga setempat. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, nilai investasi industri semen pada tahun 2016 mencapai Rp 15 triliun. Hal tersebut menunjukkan masih menariknya industri semen bagi investor dari dalam maupun luar negeri.

Pernyataan tersebut diungkapkan Menperin saat menghadiri acara 'Semen Indonesia Award On Innovation 2015-2016' di Gedung Utama Semen Indonesia, Gresik, Jawa Timur, Senin (9/1).

"Industri semen dalam negeri masih mempunyai prospek yang cerah, hal tersebut dilihat dari iklim investasi yang menarik minat para investor dan peluang pasar yang cukup besar," ujar Airlangga.

Menurut Airlangga, iklim investasi semakin menarik investor karena pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2016 sebesar 5,02 persen mengalami kenaikan dibandingkan kuartal III 2015 sebesar 4,74 persen.

Hal ini seiring dengan optimisme pemerintah terhadap kondisi perekonomian nasional akan lebih stabil di tahun 2017 dengan proyeksi pertumbuhan industri sebesar 5,2 sampai 5,4 persen.

"Dan ini akan berimplikasi pada iklim investasi yang kondusif dan berdaya saing bagi sektor industri," papar Airlangga.

Peluang Pasar Industri Semen Airlangga menuturkan, peluang pasar industri semen yang besar terlihat karena konsumsi semen perkapita nasional masih kecil yaitu sebesar 243 kilogram (kg) per kapita.

"Ini masih lebih rendah jika dibandingkan negara-negara tetangga seperti Malaysia sebesar 751 kg per kapita, Thailand sebesar 443 kg per kapita dan Vietnam sebesar 661 kg per kapita," ungkapnya.

Dia menambahkan, dalam mendorong industri semen dalam negeri Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan terus mendorong penggunaan semen dalam negeri pada program pembangunan infrastruktur pemerintah.

"Caranya dengan berkoordinasi dengan Kementerian lain seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan instansi terkait lainnya," tuturnya.

Airlangga berharap, utilisasi industri semen nasional dapat ditingkatkan dengan menjaga iklim usaha industri semen tetap kondusif dan industri semen nasional dapat berkembang.

Menurutnya, dengan berkembangnya industri semen nasional maka akan berimbas pada pengendalian impor semen maupun klinker, mendorong diversifikasi produk barang-barang dari semen, penerapan dan penegakan hukum Standar Nasional Indonesia semen secara wajib maupun pengembangannya. (TRIBUNJATENG/CETAK)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved