Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Jeep Trip, Menguji Adrenalin di Agrowisata Salatiga

Meskipun langit mendung, tak menyurutkan niatnya untuk mencoba adrenalin menelusuri jalur-jalur ekstrem di kaki Gunung Merbabu.

Penulis: deni setiawan | Editor: galih pujo asmoro
Tribun Jateng/Deni Setiawan
Pengunjung Agrowisata Salatiga sedang menikmati perjalanan (trip) menggunakan jeep 4x4 di sekitar areal perkebunan kompleks agrowisata yang berada di Jalan Raya Salatiga-Kopeng Km 4 Kota Salatiga, Rabu (11/1/2017). Jeep Trip adalah program andalan yang telah dibuka sejak September 2016 lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Setelah menunggu sekitar 30 menit, akhirnya mobil jeep 4x4 yang dinanti Artika Putri (30) tiba di halaman parkir Kompleks Agrowisata Salatiga, Rabu (11/1/2017) pukul 15.00.

Meskipun langit mendung, tak menyurutkan niatnya untuk mencoba adrenalin menelusuri jalur-jalur ekstrem di kaki Gunung Merbabu.

Tak berlama-lama, jeep yang dikemudikan Yogi dari Komunitas Jeep S4x4tiga Kota Salatiga pun melaju untuk melakukan trip pendek sekitar 5 kilometer.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 500 meter, jalur tanah dan merupakan areal perkebunan cengkeh, kopi, hingga karet.

Artika yang duduk di sebelah Yogi pun mulai mengeratkan sabuk pengaman di kursi penumpang dan tangan kirinya memegang kuat tali yang terletak di samping pintu mobil 4x4 sebelah dalam itu.

Wajahnya tampak memucat begitu melewati jalur-jalur terjal di areal itu.

Sesekali, kendaraan itu berhenti di saat melintasi titik yang bisa melihat pemandangan perkotaan Salatiga.

Artika pun mengabadikan momentum yang menurutnya baru pertama kali dicobanya itu melalui telepon seluler miliknya.

Sekitar 1,5 jam dia berkeliling menguji adrenalin untuk merasakan program Jeep Trip Package Agrowisata Salatiga itu.

“Wah, takut. Benar-benar saya tadi ketakutan terlebih di saat mobil sudah memasuki yang ekstrem. Tetapi kok lama-lama tadi jadi ketagihan dan ingin mencobanya lagi kapan-kapan jika ada kesempatan,” kata warga Kota Semarang itu kepada Tribun Jateng, Rabu (11/1/2017).

Menurutnya, rasa bercampur aduk di saat berada di kursi penumpang.

Ada rasa takut jatuh, terguling kendaraannya, hingga jantung bergetar cukup kencang.

Dan sebagai luapan rasa takut itu tidak dipungkirinya untuk berteriak sekeras-kerasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved