Breaking News:

Ketika Anak "Bermain" dengan Alat Kelaminnya Tak Usah Panik, Justru Itu Saat Tepat Jelaskan Hal Ini

Anak usia 3–6 tahun memperoleh kenikmatan dari sentuhan pada alat genitalnya. Fase ini biasanya berhenti di usia 6 tahun.

Editor: galih pujo asmoro
Intisari-Online
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM - Anak usia 3–6 tahun memperoleh kenikmatan dari sentuhan pada alat genitalnya.

Fase phalic ini merupakan bagian dari proses perkembangan anak seperti halnya perkembangan motorik dan verbal.

Fase ini biasanya berhenti di usia 6 tahun.

Saat melakukan kegiatan tersebut, tidak ada orientasi dan fantasi sesksual dalam pikiran si anak.

Anak jangan dimarahi atas “kegiatannya” tersebut dan jangan panik saat memergoki si kecil memainkan alat kelaminnya.

Karena respons yang keliru akan berpengaruh hingga mereka besar.

Justru ini merupakan salah satu momentum bagi orangtua untuk memberikan pendidikan seks kepada anak.

Perkenalkan alat kelamin dan namanya, ajarkan cara menjaga kebersihan alat kelamin, jelaskan bagaimana adik bayi bisa lahir.

Jelaskan secara terbuka dan alamiah serta ilmiah (jangan dianggap kotor).

Rasa ingin tahu yang tidak terjawab justru bisa mendorong anak untuk mencari informasi dari sumber lain yang belum tentu benar dan baik.

Gunakan nama sebutan alat kelamin dan anggota tubuh yang sebenarnya.

“Penis” bukan “burung”, “payudara” bukan “susu”.

Masyarakat sering menganggapnya vulgar padahal jika kita tidak memberikan sebutan yang benar di kemudian hari dapat menimbulkan kebingungan pada anak.

Jelaskan misalnya, “Jika laki-laki punya penis, fungsinya untuk pipis, bukan buat mainan. Jika dipegang-pegang dan dibuat mainan, bisa lecet dan luka. Nanti sakit ketika pipis.”

Dengan demikian, anak tahu apakah dia laki-laki atau perempuan, dan tahu cara memperlakukan alat vitalnya. (Intisari-Online)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved