Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Harga Cabai Meroket, Warga Kembangarum Tak Terpengaruh, Inilah Triknya

Berbeda dengan, Sumarni (60), warga Borobudur RT 4 RW 8, Kembangarum, Semarang, mengaku tidak terpengaruh dengan harga cabai yang meroket.

Tribun Jateng/Budi Susanto
Balai RW pusat kegiatan KWT Hijau Asri tampak sepi ketika siang hari, karena jadwal kegiatan pada pagi dan sore hari. Rabu (11/1). 

TRIBUNJATENG.COM,  SEMARANG -- Harga cabai yang meroket membuat sebagian masyarakat resah, terutama masyarakat di sektor menengah ke bawah.

Berbeda dengan, Sumarni (60), warga Borobudur RT 4 RW 8, Kembangarum, Semarang, mengaku tidak terpengaruh dengan harga cabai yang meroket.

Warga di wilayahnya menanam cabai untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga masing-masing.

Sumarni, merasa sangat terbantu dengan adanya kelompok wanita tani (KWT) Hijau Asri, yang menanam cabai.

"KWT Hijau Asri yang dibentuk oleh warga sangat membantu dengan pemberian bibit tanaman cabai. Kami tinggal mengambil di tempat kepala RW," ujarnya, Rabu (11/1).

Wanita berusia 60 tahun itu juga memanfaatkan tanaman cabai di pelataran rumahnya untuk mencukupi kebutuhan memasak sehari-hari.

"Saya kadang ngambil cabai di pelataran rumah untuk membuat sambal, untuk memasak tiap harinya, daripada beli," tuturnya.

Ia juga merawat tanaman cabai yang diambilnya di secara gratis, agar hasil panennya bagus.

"Saya rawat dan pupuk setiap hari, karena saya sadar jika tanaman dirawat dengan baik hasil panennya lumayan, padahal harga cabai di sekitar sini Rp 2 ribu, untuk tiga buah cabai rawit merah. Untung masyarakat menanam sendiri, saya sangat terbantu, dan mengurangi biaya untuk memasak," kata Sumarni.

Niatun Lestari (48), Ketua KWT Hijau Asri, mengatakan KWT Hijau Asri fokus untuk menanam cabai. “Karena itu kampung ini mendapat predikat Kampung Cabai Inovatif," tutur saat didatangi Tribun Jateng dirumahnya kemarin pukul 13.30.

Niatun menerangkan, Kelompok Wanita Tani, di daerahnya terbentuk dari 2012, karena ada perlombaan tingkat kelurahan tentang Pemanfaatan Tanah Pelataran (PTP) Terpadu.

Gerakan menanam cabai juga dicanangkan di beberapa daerah. Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menuturkan ada empat kecamatan di Kabupaten Pekalongan yang terkenal sebagai penghasil cabai.

"Ada empat kecamatan di bagian atas (dataran tinggi) penghasil cabai. Kami akan optimalkan petaninya agar minimal kebutuhan di Kabupaten Pekalongan terpenuhi dulu," kata Asip, Rabu (11/1).

Asip mengaku telah mencanangkan Gerakan Menanam kepada masyarakat. Tanaman yang ditanam ini merupakan sayur mayur untuk kebutuhan sehari hari. (Bud/lyz)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved