Icip icip Kuliner

Pagi di Kampung Arab Semarang, Nikmati Sarapan Nasi Kebuli yang Kaya Rempah dan Semur Kambing

Di Kampung “Arab tersebut” terdapat beberapa nasi kebuli, salah satu yang pertama dan tersohor ialah Nasi Kebuli Ibu Aminah

Editor: muslimah
Tribun Jateng/Irzal Adiakurnia
Seporsi Nasi Kebuli Ibu Amninah, seharga Rp 16 ribu dengan daging kambing dan telur semur. 

TRIBUNJATENG.COM - Saat Anda melancong di Semarang, wisata kuliner tak melulu di siang atau malam hari ternyata. Salah satu kuliner yang cocok jadi opsi sarapan Anda di Semarang ialah Nasi Kebuli Kampung Arab Bu Aminah.

Nasi Kebuli disini telah ada sejak 14 tahun lalu. “Kampung Arab” sendiri merupakan julukan dari satu daerah di utara Stasiun Poncol Semarang, yang didominasi keturunan etnis timur tengah.

Di Kampung “Arab tersebut” terdapat beberapa nasi kebuli, salah satu yang pertama dan tersohor ialah Nasi Kebuli Ibu Aminah.

Aminah merupakan pelopor usaha nasi kebulinya tersebut. Ia mengaku belajar dari orangtuanya langsung sejak kecil.

“Ada nasi kebuli disini sudah sejak nenek saya disini. Kalau saya belajar dari orang tua pas kecil, tapi baru coba jualan sejak 2001,” ungkap Aminah kepada Tribun Jateng sambil membuka kedai sederhananya, sejak pagi buta.

nasi kebuli
Nasi kebuli

Ia mengaku tak kesulitan memperoleh bahan-bahan racikan bumbu kuliner khas Timur Tengah tersebut. Menurutnya, Indonesia yang kaya akan rempah merupakan tempat mudah untuk membuat aneka bumbu.

Setiap harinya wanita keturunan Gujarat tersebut meracik bumbu kebuli dari 10 rempah pilihannya. Diantaranya ialah jinten, laja, kemiri, merica, kolaka, dan yang lainnya.

Tribun Jateng pun mencoba hidangan tersebut. Baunya sungguh mengundang pejalan yang lalu lalang sejak pukul 06.00 pagi di Jalan Petek.

Nasi kebuli disni umumnya dihidangkan dengan daging kambing dan telur semur. Tak lupa goreng bawang, acar nanas, dan sambal merah menjadi penyedapnya.

Rempah jinten, lada, dan lajanya sangat terasa di nasi kebuli yang tampak kuning. Sementara daging kambing semurnya begitu empuk, jauh dari bau prengus. Betul-betul pas memasak daging kambingnya.

“Kalau pake daging sapi kurang mantap, nikmatnya emang pake semur kambing mas,” ujarnya.

Telur pun dibalut bumbu semur yang begitu pekat, rasanya gurih, manis, sedikit pedas merica.

Untuk Anda yang ingin mencoba sensasi Timur Tengah di Pagi Kota Semarang, siap siap sejak pukul 06.00. Karena nasi kebuli ini tutup ketika habis. Menurut Aminah, ia dagangannya biasa habis sekitar pukul 09.00 WIB di hari minggu hingga pukul 11.00 WIB di hari biasa.

Untuk wisatawan dari luar kota, agar tidak kecewa karena kehabisan, ia menyarankan untuk memesan lewat pesan singkat tau telfon terlebih dahulu ke nomornya di 085100276865.

Bersama anaknya, Aminah berjualan di rumahnya, Jalan Petek nomor 76, Semarang Utara. Jika Anda dari Stasiun Poncol, hanya 5 menit menyusuri Jalan Imam Bonjol kea rah utara, dan belok kiri tepat di Jalan Petek.

Untuk seporsi Nasi Kebuli Ibu Amninah, seharga Rp 16 ribu dengan daging kambing dan telur semur. Sedangkan untuk pesanan besar ia menyediakan banyak pilihan lauk, seperti daging sapi atau ayam, dengan harga yang menyesuaikan.

Jadi, kapan ingin mencoba sensasi Timur Tengah di Pagi Kota Semarang? (Muhammad Irzal Adiakurnia/magang Tribun Jateng)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved