Ada Taman di Kampung Nelayan Tegal, Awali Pembenahan Sebelum Bangun Rumah Susun
Pembenahan dilakukan dengan pembangunan fasilitas umum serta penataan permukiman dengan membangun rumah susun dan rumah deret.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: abduh imanulhaq
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto
TRIBUNJATENG.COM,TEGAL - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berkomitmen membenahi kampung nelayan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah.
Tegalsari merupakan satu dari 11 lokasi di Kota Tegal yang dinilai Pemkot Tegal sebagai tempat paling kumuh.
Pembenahan dilakukan dengan pembangunan fasilitas umum serta penataan permukiman dengan membangun rumah susun dan rumah deret.
Pembenahan kampung nelayan diawali dengan pembangunan taman atau ruang terbuka hijau (RTH).
"Penataan kampung nelayan Tegalsari mulai dari pembangunan ruang tata hijau. Kemudian pembangunan rumah deret, rumah susun khusus nelayan, dan pavingisasi," kata Ketua Tim Pusat Penelitian Pengembangan Kebijakan dan Penerapan Teknologi Permukiman Kementerian PUPR, Annisa Indah, Jumat (13/1/2017).
Proyek yang paling utama dan dibutuhkan warga, kata dia, adalah pembangunan fasilitas MCK.
Lainnya adalah pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal juga dibutuhkan.
Hal tersebut menjadi prioritas pembenahan kampung nelayan yang bekerja sama dengan Pemkot Tegal.
"Setelah kami survei dan teliti, kebutuhan dasar warga di kampung nelayan yakni fasilitas MCK beserta air bersih," jelasnya.
Menurutnya, selama ini warga di kampung nelayan kerap buang air besar di saluran air sungai yang merupakan tempat tambat kapal dan perahu nelayan.
"Jika hal tersebut terus dilakukan akan sangat berbahaya bagi kesehatan warga dan kebersihan lingkungan. Bahkan ada warga yang terbiasa buang air besar di saluran air, kemudian membersihkannya di rumah," imbuh dia.
Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno menyebut pembenahan kampung nelayan tak hanya sampai pembangunan ruang terbuka hijau.
"Akan ada pembenahan lagi agar daerah yang selama ini masuk kategori kumuh agar menjadi tempat yang lebih layak huni," ujarnya.
Ia meminta dukungan dari semua elemen masyarakat sehingga pembenahan berjalan lancar.
Tokoh masyarakat Tegalsari, Mahmud Effendi, meminta agar program kampung deret bagi nelayan agar segera direalisasikan.
"Kampung deret menjadi program yang sangat dinantikan para nelayan Tegalsari. Sehingga kami harap pemerintah dapat segera merealisasikannya," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/siti-masitha_20170113_201811.jpg)