Pencabutan dan Penambahan Kuota Haji Indonesia, Bagaimana dengan Kuota Haji Jawa Tengah?

Kami selama belum ada hitam di atas putih dari Pak Manteri (Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin), belum bisa mempublikasikannya.

Pencabutan dan Penambahan Kuota Haji Indonesia, Bagaimana dengan Kuota Haji Jawa Tengah?
tribunjateng/dok
FOTO DOKUMEN - Rombongan jamaah calon haji Pati saat pelepasan mau berangkat ke Donohudan Boyolali Jateng. 

SEMARANG, TRIBUNJATENG.COM -- Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah hingga kemarin belum mendapatkan salinan Surat Keputusan (SK) Menteri Agama terkait pengembalian dan penambahan kuota haji untuk Jateng di tahun 2017.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jateng, Noor Badi mengatakan, Presiden Joko Widodo memang telah mengumumkan pengembalian kuota normal haji tahun 2017 sejumlah 20 persen atau 211 ribu orang. Selain itu juga ada penambahan kuota 10 ribu orang untuk Indonesia.

Menurut Noor Badi, nantinya akan ditindaklanjuti melalui SK Menteri Agama mengenai pembagian kuota untuk tiap wilayah. Namun sampai saat ini, Kanwil Kemenag Jateng belum menerima SK tersebut.

"Kami selama belum ada hitam di atas putih dari Pak Manteri (Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin), belum bisa mempublikasikannya. Sebab nanti Jateng akan dapat berapa, kan belum tahu. Nanti yang membagi, Pak Menteri," katanya, Kamis (12/1).

Ia menyebutkan, sebelum adanya pengurangan kuota sebagai dampak pembangunan perluasan area Masjidil Haram di Arab Saudi, Jateng mendapatkan kuota 26.657 orang. Setelah adanya pengurangan kuota, menjadi 23.717 orang.

Ia mengungkapkan, adanya pengembalian dan penambahan jumlah kuota dari Kerajaan Arab Saudi, diharapkan juga dapat mengurangi masa tunggu calon jemaah haji. Sebab untuk Jateng, masa tunggu saat ini sudah mencapai 23 tahun.

"Untuk Jateng, jika daftar hari ini maka berangkatnya sudah sampai dengan tahun 2039 hingga 2040, atau sekitar 23 tahun. Tapi kalau yang daftar sejak 2011, ya mestinya bisa berangkat lebih awal besok itu (2017/2018)," ungkapnya.

Sementara itu, sejumlah calon jemaah haji, berharap pemerintah memberikan kepastian bahwa pengembalian dan penambahan kuota itu bukan hanya isu. Sebab menurut salah satu calon jemaah haji, Aries Syaifudin, isu penambahan kuota juga sempat muncul di tahun 2016 lalu.

Aries, sebelumnya sudah mendaftar sejak Maret 2011. Warga Karanggawang Baru, Kelurahan Tandang, Tembalang, Kota Semarang itu, diperkirakan akan berangkat haji pada tahun 2018. Adanya pengembalian dan kuota, diharapkan dapat memperpendek masa tunggu.

"Harapan saya, informasi itu segera direalisasikan ke daerah agar ada kejelasan. Selama masih di tingkat pusat, itu justru meresahkan para calon jemaah haji. Semoga ini benar-benar terealisasi. Kasihan calon jemaah haji yang harus menunggu sampai 20 tahun lebih," harapnya. (*)

Penulis: m nur huda
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved