Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Gara-gara Bercanda di Pesawat, Dua Jemaah Umrah asal Indonesia Ditahan di Arab Saudi

Keduanya diamankan kepolisian setempat karena mengucapkan kata "bom" saat berada dalam pesawat Royal Brunei Airlines.

Editor: a prianggoro
Kompas.com/Moh. Anas
Dua jamaah umroh asal Kabupaten Pasuruan yang ditahan di Arab Saudi hanya karena celetuk.kata bom dalam pesawat (foto:dok.keluarga Umi Widayani) 

TRIBUNJATENG.COM- Dua jemaah umrah asal Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, tertahan di Jeddah, Arab Saudi.

Keduanya diamankan kepolisian setempat karena mengucapkan kata "bom" saat berada dalam pesawat Royal Brunei Airlines.

Pernyataan itu terucap ketika pramugari pesawat bertanya kepada mereka yang hendak menaikkan barang dalam bagasi.

Hingga kini, keduanya masih diperiksa oleh petugas keamanan Arab Saudi dengan mendapatkan perhatian dari Konsulat Jenderal RI setempat.

"Memang benar ada dua jemaah umrah kami yang tertahan di Jeddah," ujar Mustain Khottob dari bagian Marketing PT Spinggan Travel area Pasuruan, Selasa (17/1/2017).

Dua jemaah yang masih berada di Arab Saudi itu adalah Triningsih Kamsir Warsi (50) asal Dusun Pilangsari, Desa Beji, Kecamatan Beji, dan Umi Widayani Djaswadi (56), warga Jalan Bendosolo, Desa Pogar, Kecamatan Bangil.

Mustain mengatakan, penahanan itu terjadi ketika keduanya hendak pulang ke Indonesia seusai melakukan umrah pada 11 Januari 2017 bersama 59 jemaah lain.

Saat berada di dalam pesawat, pramugari yang hendak menaikkan barang milik Triningsih menanyakan barang dalam tas tersebut.

Saat itu, Umi yang duduk di sebelah Triningsih menjawab ringan dan menyebutkan kata " bom".

"Kurang lebihnya gini jawabannya, 'Masa bom yang dibawa oleh-oleh dari umrah'," ujar Mustain menirukan jawaban dari Umi.

Mendengar jawaban dari Umi, pramugari melaporkannya ke petugas kokpit pesawat dan pilot.

Tak lama kemudian, petugas otoritas bandara meminta penundaan penerbangan serta melakukan tindakan screening terhadap semua penumpang. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya bom.

"Saat diperiksa, saya maupun kedua jamaah saya itu menjelaskan kata bom itu hanya sifatnya guyonan, bukan serius. Kenapa harus ditahan?" kata Mustain.

Setelah penundaan selama 16 jam, jemaah lain pulang ke Indonesia pada 12 Januari 2017. Adapun Triningsih dan Umi tetap berada di Jeddah. Lyan Widiya (31), putra Umi, memilih tidak pulang untuk menemani ibunya.

Mustain dan pengurus PT Spinggan selaku travel yang bertanggung jawab terhadap rombongan umrah hingga sore tadi masih berkomunikasi dengan petugas KJRI di Jeddah.

"Meski kondisinya sehat, semoga saja tidak sampai disidangkan dan bisa pulang lebih cepat karena pihak KJRI jeddah juga ikut mengawal kejadian ini," kata Mustain. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved