Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pemkab Kebumen Siapkan Masterplan Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong

Rencana pengembangan kawasan Karangsambung-Karst Gombong Selatan (Karangbolong) sebagai Geopark Nasional terus dimatangkan.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: Catur waskito Edy
tribunjateng/khoirul muzaki
Situs batu purba di kawasan cagar alam Karangsambung Kebumen 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN -- Rencana pengembangan kawasan Karangsambung-Karst Gombong Selatan (Karangbolong) sebagai Geopark Nasional terus dimatangkan.

Pemerintah Kabupaten Kebumen bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tengah menyusun master plan untuk persiapan kawasan Karangsambung-Karangbolong menuju Geopark Nasional.

Masterplan tersebut di antaranya mencakup tujuan dan arah pengembangan, serta kebutuhan kegiatan dan program untuk mendukung pengembangan Geopark.

Pemkab bahkan telah menetapkan delienasi Geopark Karangsambung-Karangbolong melalui Surat Keputusan Bupati.

"Untuk menuju Geopark Nasional, kami membuat rencana aksi di antaranya, masterplan untuk menentukan apa yang akan kita perbuat dan dimulai dari mana,"kata Kepala Bidang Pengembangan Infrastruktur Wilayah (PIW) Bappeda Kabupaten Kebumen Joni Hernawan, Selasa (17/1).

Delienasi kawasan Geopark Nasional Kebumen terdiri dari 12 kecamatan dan 127 desa di Kabupaten Kebumen. Kawasan Geopark dibagi ke dalam tiga sub kawasan sesuai dengan karakteristik wilayah.
Kawasan Karangsambung meliputi wilayah cagar alam Karangsambung, yakni Kecamatan Sadang, Karangsambung, Karanggayam, Alian dan Pejagoan.

Kawasan Sempor yang menghubungkan kawasan cagar alam Karangsambung dan Karst Gombong Selatan meliputi Kecamatan Sruweng, Karanganyar, Sempor, Gombong dan Rowokele. Serta kawasan Kars Gombong Selatan meliputi kecamatan Ayah, Buayan, dan Rowokele Selatan.

Tim koordinasi Geopark Nasional Kebumen juga tengah mempersiapkan proposal yang ditujukan ke Kementerian ESDM untuk penetapan kawasan Karangsambung-Karangbolong sebagai Geopark Nasional.

Menurut Joni, penetapan Geopark Nasional dapat mendorong pemerintah daerah agar mengarahkan prioritas pembangunan untuk mendukung pengembangan Geopark.

Penetapan Geopark Nasional juga akan mempermudah stakeholder untuk mempromosikan kawasan tersebut ke masyarakat luas.

"Selama ini banyak masyarakat, termasuk stakeholder yang belum tahu dan menyadari bahwa di Kebumen ada warisan geologi. Mereka juga belum bisa merasakan atas keberadaan cagar alam di sekitar mereka,"katanya

Arah pengembangan Geopark, menurut Joni, diharapkan bukan hanya fokus untuk kepentingan ilmu pengetahuan, melainkan bisa menyentuh aspek ekonomi atau pemberdayaan masyarakat sekitar.

Berbeda dengan karst Gombong Selatan, kawasan Geopark di wilayah cagar alam Karangsambung, selama ini menjadi kantong kemiskinan di Kabupaten Kebumen.

Ironisnya, sebagian masyarakatnya bergantung hidup dengan bekerja menambang batu dan pasir. Padahal aktivitas penambangan berpotensi mengancam kerusakan situs alam di kawasan tersebut.

"Yang ada di pikiran masyarakat kalau ada potensi geologi di sekitarnya, pasti menambang. Mereka harus diberi alternatif pekerjaan biar tidak menambang. Pengembangan ekonomi dan konservasi harus sejalan,"katanya

Untuk mendukung pengembangan Geopark, khususnya di kawasan Karangsambung, Pemkab Kebumen telah memulai pembangunan jalur lintas kecamatan di kawasan utara, yang mencakup wilayah cagar alam Karangsambung. Pembangunan jalur itu akan membuka akses wilayah Kebumen bagian utara yang selama ini menjadi kantong kemiskinan.

"Kami juga akan mengembangkan agrobisnis di Sadang dan Karanggayam yang kaya akan buah-buahan, terutama Durian dan Kelengkeng,"katanya

Karangsambung merupakan laboratorium alam untuk mempelajari ilmu kebumian. Terdapat berbagai batuan berumur puluhan sampai ratusan juta tahun, dimana pada zaman tersebut kawasan Karangsambung merupakan dasar samudera.

Menurut Joni, setiap tahun, tak kurang 12 ribu orang berkunjung ke Karangsambung, sebagian adalah mahasiswa yang tengah praktik studi lapangan. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved