Rabu, 13 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ngopi Pagi

Belajar dari Dora

Belajar dari Dora. Kalau Dora di serial kartun Dora the Explorer nyata, pasti bakal malu.

Tayang:
Penulis: rika irawati | Editor: iswidodo
youtube
FILM KARTUN SERIAL DORA EXPLORER 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Kalau Dora di serial kartun Dora the Explorer nyata, pasti bakal malu. Kendati tak memiliki hubungan darah, teman, atau bahkan pertalian saudara sebangsa, kesamaan nama menjadi alasan tokoh kartun kegemaran anak-anak di era 2000-an ini akan menyatakan rasa jengkel pada dua Dora lain yang menggegerkan dunia maya karena perbuatan tak terpuji.

Pertama, Dora Natalia Singarimbun. Pegawai Mahkamah Agung ini sempat membuat heboh dunia maya setelah videonya yang tengah mengamuk dan mencakar polisi lalu litas, Aiptu Sutisna, beredar Desember lalu. Di video itu, Dora terlihat menarik rompi dan baju Sutisna sambil marah-marah.

Saat video beredar, tak diketahui secara jelas apa yang menjadi pemicu kejadian tersebut. Namun, netizen begitu bersimpati pada Aiptu Sutisna yang secara tenang menghadapi Dora. Tak satupun kalimat makian keluar dari mulut Sutisna sebagai balasan atas kemarahan Dora. Bahkan, polisi yang berdinas di Polda Metro Jaya ini memilih menjauh meski Dora terus mengejar.

Hampir di semua lini masa media sosial, ulah Dora ini menjadi trending topic. Aksi tersebut juga sempat membuat netizen menjuluki Dora sebagai Dora the Cakarer, tentu saja sebagai plesetan dari Dora the Explorer. Ini cukup memberi alasan bagi tokoh kartun Dora yang digambarkan sebagai gadis cilik berambut pendek dan berponi, yang kemana-mana tak lupa membawa ransel dan ditemani kera kecil bernama Boots, kesal.

Kisah Dora dari MA ini berakhir damai manakala Sutisna mencabut laporannya. Dora datang, meminta maaf secara langsung, bahkan mencium tangan Sutisna sebagai bentuk penyesalan mendalam. Dora pun mengucap terima kasih atas pencabutan laporan itu sambil tersenyum semringah. Dan tak seperti kemunculannya yang pertama, cerita damai ini tak terlalu heboh di media sosial.

Seorang wanita bermatik masuk ke areal Bandara Internasional Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat, tanpa busana, Minggu (15/1/2017).
Seorang wanita bermatik masuk ke areal Bandara Internasional Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat, tanpa busana, Minggu (15/1/2017).

Dora kedua yang bisa membuat Dora the Explorer menjadi bahan olokan teman-temannya adalah perempuan yang membuat heboh Bandara Internasional Supadio Pontianak, Minggu (15/1) lalu. Sebenarnya, perempuan itu tak benar-benar bernama Dora. Kepada petugas, dia mengaku bernama Rusmiati yang biasanya disapa Dora.

Berkeliaran dalam kondisi menarik perhatian, warga yang berada di lokasi kejadian pun langsung mengeluarkan ponsel, mengambil foto dan video Dora yang tengah melintas. Tak perlu menunggu lama, foto dan video Dora naik motor dalam kondisi bugil segera menghiasi lini masa media sosial.

Komentar netizen yang bisa bikin kuping Dora the Explorer panas adalah plesetan aksi Rusmiati si Dora berambut panjang itu sebagai petualang liar. Memang, di serial Dora the Explorer, Dora sering mengajak penonton yang adalah anak-anak, berpetualang menemukan benda-benda tersembunyi berbekal peta. Kegiatan berpetualang ini di antaranya memberi pengajaran anak untuk berhitung, mengidentifikasi benda, juga melafalkan kata. Hasil pemeriksaan polisi, Rusmiati alias Dora ini berkeliaran dalam kondisi bugil karena pengaruh narkoba.

Membaca lini masa media sosial atau media massa online tentang ulah dua Dora itu tentu menimbulkan beragam perasaan, mulai geli, heran, bahkan mungkin marah. Berterimakasihlah karena perkembangan teknologi memberi kemudahan dan kecepatan informasi lewat dunia maya. Ulah dua Dora di tempat yang jauh itu bisa langsung diketahui.

Tetapi, kita juga patut waspada. Jika tak hati-hati dan tak melakukan verifikasi, kita bisa menjadi penyebar berita-berita hoax. Yang lebih bahaya, jika tindakan tak bijaksana kita, seperti hialnya dua Dora tersebut ternyata terpantau dan terekam saudara, teman, atau orang lain. Bisa-bisa, dalam sekejap, kehidupan pribadi kita menjadi konsumsi media sosial. (tribunjateng/cetak/ira)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved