Dandim Demak Melukir Jabatan Danramil Sayung dengan Pasiter

Dandim Demak, Letkol Inf Agung Udayana melukir jabatan (Perwira Seksi Teritorial) Pasiter Kodim Demak dengan Danramil 11 Sayung Rabu (18/1/2017).

Penulis: rival al manaf | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG/IST
Dandim Demak, Letkol Inf Agung Udayana melukir jabatan (Perwira Seksi Teritorial) Pasiter Kodim Demak dengan Danramil 11 Sayung Rabu (18/1/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Dandim Demak, Letkol Inf Agung Udayana melukir jabatan (Perwira Seksi Teritorial) Pasiter Kodim Demak dengan Danramil 11 Sayung Rabu (18/1/2017). Serah terima jabatan dilangsungkan di Makodim Demak dan dihadiri seluruh Danramil, jajaran Kodim Demak beserta seluruh Pasi Kodim Demak.

Kapten Arh Jayadi yang semula menjabat Pasiter Kodim Demak secara definitif sekarang menjabat sebagai Danramil 11 Sayung, sedangkan Kapten Inf Mulyadi yang semula menjabat Danramil 11 Sayung, berganti tugas menjabat Pasiter Kodim 0716/Demak.

Lulusan Akmil angkatan 96 ini meminta kepada pejabat yang baru untuk segera beradaptasi dengan ruang lingkup kerjanya yang baru, agar bisa menyusun rencana kerja dan menyesuaikan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) masing-masing.

"Setiap penyusunan rencana kerja harus dilakukan dengan cermat dan berpandangan luas dalam menyikapi permasalahan administrasi ataupun wilayah kerja, khususnya bagi jabatan Danramil," terang Agung seperti dikutip rilisnya.

Kepada Pasiter Kodim Demak yang baru ia meminta untuk segera menyesuaikan dengan alur kerja yang sudah ditetapkan oleh Komando Atas, serta bekerjasama dengan staf Kodim Demak yang ada dalam ruang lingkup kerjanya.

"Dalam mengambil setiap keputusan harus selalu melihat dari berbagai sudut pandang, baik dampak positif maupun negatifnya, dan setiap ketetapan harus dilakukan sesuai dengan rencana kerja yang sudah dibuat," tambah Agung.

Ia berharap Kapten inf Mulyadi selaku Pasiter yang baru agar memprioritaskan permasalahan kualitas SDM prajurit khususnya Babinsa dan Danramil. "Adanya keterbatasan sarana prasana yang dibutuhkan kususnya peralatan, masalah ketersediaan pupuk bersubsidi di beberapa wilayah mengalami kekurangan saat musin tanam adalah tantangan," bebernya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved