Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ditanya Santri Soal Orang Muslim Dilarang ke Amerika Serikat, Ini Jawaban Dubes AS

Saat diskusi, ada santri yang bertanya tentang isu Presiden AS yang baru, Donald Trump yang melarang orang muslim untuk datang ke negeri Paman Sam

Penulis: suharno | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Suharno
Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph Donovan mengunjungi Pondok Pesantren Assalaam, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (19/1/2017). Semenjak mengganti pendahulunya yakni Robert Blake, Donovan baru pertama melakukan kunjungan kerja di luar Jakarta. Donovan juga baru pertama kali mengunjungi Ponpes untuk lebih mengenal Islam dan toleransi yang ada di Indonesia. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS), Joseph Donovan Jr berdiskusi dengan ribuan santri di Pondok Pesantren Assalaam, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, saat melakukan kunjungan kerja, Kamis (19/1/2017).

Saat diskusi, ada santri yang bertanya tentang isu Presiden AS yang baru, Donald Trump yang melarang orang muslim untuk datang ke negeri Paman Sam.

"Saya punya keinginan suatu saat nanti untuk belajar ke Amerika Serikat, tetapi ada isu mengenai warga muslim yang dilarang datang ke Amerika," ujar santri tersebut.

Mendapat pertanyaan tersebut, Donovan mengatakan pertanyaan tersebut memang sangat penting untuk ditanyakan.

"Pertama, saya mau memuji (santri) karena berani menanyakan hal ini dan bahasa Inggris anda sangat baik. Pertanyaan ini memang sangat penting untuk ditanyakan," ujar Donovan.

Terkait pertanyaan tersebut, Donovan yang baru saja menggantikan Dubes yang lama, Robert Blake, ingin para santri menarik kebelakang saat orang-orang pertama kali datang dan mendirikan negara AS.

"Orang-orang datang ke Amerika karena ingin mencari kebebasan termasuk kebebasan beragama. Dalam Undang-Undang kami juga tertulis akan kebebasan untuk beragama dan menjalankan ibadahnya," sambungnya.

Donovan yang mengenakan kemeja batik berwarna coklat ini menambahkan Amerika Serikat sama seperti Indonesia yang terdiri dari berbagai ras maupun agama.

"Jika kalian mengunjungi Amerika Serikat, warga kami juga sama seperti Indonesia yang terdiri dari beraneka ragam ras maupun agama dan kami juga memiliki rasa toleransi," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved