Saat Motor Mogok, Komari Dihadang Empat Orang di Depan SPBU Sampangan
Kondisi SPBU di Jalan Menoreh Raya atau tepatnya di depan Pasar Sampangan, yang sudah lama tidak beroperasi, membuat khawatir warga yang melintas
Penulis: budi susanto | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Kondisi SPBU di Jalan Menoreh Raya atau tepatnya di depan Pasar Sampangan, yang sudah lama tidak beroperasi, membuat khawatir warga yang melintas di depan SPBU tersebut saat malam hari.
Selain kondisi gelap karena tidak ada penerangan, tempat itu juga sering dipakai untuk kumpul-kumpul anak muda dan mabuk-mabukan.
Komari (26), warga Klaten yang mengaku kos di daerah Sampangan, mengaku takut karena sering melihat beberapa pemuda berkumpul dan mabuk-mabukan di SPBU tersebut.
"Saya merasa takut ketika lewat situ, karena saya pernah di hadang empat orang waktu motor yang saya Kendari mogok. Mereka bau alkohol, saya ditanya oleh satu di antara mereka, kenapa di sini? Saya jawab tidak apa apa, lalu mereka menanyakan rumah saya di mana, saya tunjuk rumah paling dekat, agar mereka menganggap saya orang sekitar sini," ujarnya, Rabu (17/1).
Komari, juga mengatakan, harusnya SPBU tersebut diberi penerangan, karena kalau malam sangat sepi dan gelap. "Mungkin besok-besok kalau saya di hadang lagi, saya akan teriak, kalau tidak, saya tabrak," tuturnya.
Sementara itu, Maryono, yang memiliki kedai makanan di depan SPBU tersebut mengatakan, biasanya yang nongkrong di SPBU bukan orang sekitar. "Padahal Polisi sering patroli malam di sekitar sini, tapi ya mau bagaimana lagi, pasti colongan-colongan. Saya juga mau bagaimana kalau orang yang nongkrong jumlahnya banyak, masak saya mau mengusir, saya tidak mau terjadi hal yang tidak inginkan," ungkapnya.
"Memang keadaannya gelap, sudah lama tidak ada penerangan, mungkin listrik sudah diputus," jelasnya.
Adapun, Officer Communication and Relation Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jateng dan DIY, Didi Andrian Indra Kusuma, saat di konfirmasi mengenai SPBU yang mangkrak itu, mengatakan, SPBU di Jalan Menoreh Raya memang sudah tidak beroperasi sejak awal tahun 2016.
"Alasan penutupan karena permodalan pemilik SPBU. Ada rencana akan diambilalih Pertamina, namun masih dalam tahapan koordinasi dengan pemilik SPBU," ujarnya. (tribunjateng/bud)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/spbu-di-jalan-menoreh-raya-depan-pasar-sampangan-yang-sudah-lama-tidak-beroperas_20170119_092918.jpg)