Jelajah Museum dan Sejarah

Bukan Sembarang Wadah, Kendi Raksasa di Museum Mandala Bhakti Ini Punya Makna Sangat Luhur

Museum Perjuangan Mandala Bhakti Semarang, menjadi saksi perlawanan pantang menyerah rakyat Indonesia menghadapi penjajah

Bukan Sembarang Wadah, Kendi Raksasa di Museum Mandala Bhakti Ini Punya Makna Sangat Luhur
Tribun Jateng/maulana ramadhan
Kendi Raksasa yang dinamakan Kendi Manunggal. Kendi ini jadi simbol persatuan antara rakyat dan TNI 

TRIBUNJATENG.COM - Museum Perjuangan Mandala Bhakti Semarang, menjadi saksi perlawanan pantang menyerah rakyat Indonesia menghadapi penjajah.

Selain lokasinya yang menjadi titik bertempurnya masyarakat Semarang di pertempuran heroik lima hari di Semarang, koleksi-koleksinya juga merupakan peninggalan asli yang digunakan TNI dan Rakyat yang berperang kala itu.

Mulai dari senjata laras panjang, granat, mobil tempur, alat komunikasi hingga pakaian dan peralatan cacat veteran.

Museum Perjuangan Mandala Bhakti
Museum Perjuangan Mandala Bhakti

Tidak itu saja, Museum Perjuangan Mandala Bhakti yang dikenal sebagai Museum Mandala Bhakti ini juga melambangkan kesatuan antara tentara dan masyarakat. Didalamnya terdapat cikal bakal dan sejarah TNI yang dimulai dari tentara rakyat terlebih dahulu.

Di museum dua lantai ini, selain puluhan koleksi persenjataan dan item-item yang digunakan TNI dalam menjalakan tugasnya dipamerkan, terdapat juga penjelasan sejarah perkembangan TNI dari masa ke masa. Dari sekian banyak koleksi museum, terdapat satu yang cukup unik dan berbeda.

Pada Lantai dua museum tidak hanya patung Jenderal Besar Soedirman yang menjadi ikon.

Tidak jauh dari sana, terdapat juga sebuah kendi dengan ukuran raksasa. Kendi bewarna hitam tersebut cukup menarik bagi setiap pengunjung yang datang. Ukurannya yang tak lazim tentu jadi alasan.

Diutarakan Gandung Rahardjo, pemandu pada Museum Mandala Bhakti, kendi besar ini merupakan perlambangan TNI dan Rakyat adalah satu. Oleh karenanya dinamakan kendi manunggal.

Kendi Raksasa yang dinamakan Kendi Manunggal. Kendi ini jadi simbol persatuan antara rakyat dan TNI
Kendi Raksasa yang dinamakan Kendi Manunggal. Kendi ini jadi simbol persatuan antara rakyat dan TNI

“Manunggal itu menjadi tunggal atau menjadi satu. TNI itu hasilnya dari rakyat, untuk rakyat dan oleh rakyat. Jadi kendi menjadi suatu simbol bahwa tentara tidak lepas dari dukungan rakyat Indonesia,” ujar Gandung.

Kendi raksasa tersebut dibuat untuk merayakan hari ulang ke-58 TNI. Sebagaimana yang tertulis di kendi yakni 5 Oktober 2003.

Kendi ini memiliki tinggi sekitar 3 meter dan diameter sekitar 2,5 meter.

Kala itu diiringi juga rangkaian acara yang diberi penghargaan oleh Museum Rekor Indonesia (MURI).

Antara lain upacara HUT TNI ke 58 yang diikuti 10 ribu peserta dan paduan suara selama dua hari di museum.

Selain kendi, lantai dua museum yang berlokasi di Jalan Sugiyopranoto no 1 Semarang ini terdapat juga bekas ruangan yang digunakan Panglima Kodam Diponegoro dari masa ke masa. (Maulana Ramadhan/magang tribunjateng)

Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved