Bupati Mundjirin Punya Dua Cara untuk Mengatasi Longsor di Desa Wirogomo

Bupati Mundjirin Punya Dua Cara untuk Mengatasi Longsor di Desa Wirogomo Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Bupati Mundjirin Punya Dua Cara untuk Mengatasi Longsor di Desa Wirogomo
TRIBUNJATENG/DANIEL ARI PURNOMO
Bupati Semarang Mundjirin, menjawab pertanyaan wartawan usai meresmikan gedung baru Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Semarang di Jalan Diponegoro 14, Ungaran, Jumat (20/1/2017) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Bupati Semarang, Mundjirin berjanji datangkan alat Early Warning System ke Desa Wirogomo, Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Ia sempat kaget saat tahu EWS di desa itu rusak diduga ulah kera-kera Gunung Kelir.

"Memang di sana banyak kera. Tetapi kok bisa ya? Apakah kabelnya tercabut?" ujarnya usai meresmikan gedung baru Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Semarang di Jalan Diponegoro 14, Ungaran, Jumat (20/1/2017) siang.

Mundjirin belum bisa memastikan jumlah anggaran, serta waktu penggantian EWS baru. Ia menuturkan akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang.

Warga melihat kerusakan atap bangunan mushola di SMP Negeri 3 Banyubiru, Wirogomo, Kabupaten Semarang, Kamis (19/1/2017).
Warga melihat kerusakan atap bangunan mushola di SMP Negeri 3 Banyubiru, Wirogomo, Kabupaten Semarang, Kamis (19/1/2017).

Sementara itu, Mundjirin juga sudah mengetahui ada sejumlah bangunan rusak terdampak longsoran batu. Salah satunya adalah bangunan SMP Negeri 3 Banyubiru.

"Ada dua opsi. Meninggikan bronjong batu sebagai tameng bangunan, atau memberlakukan jam belajar secara bergilir dengan sekolah lain," terangnya.

Bila meninggikan bronjong batu, teknisnya adalah menambah tinggi bronjong sekitar dua hingga tiga meter. Pantauan Tribunjateng.com, saat ini sudah didirikan bronjong batu setinggi dua meter.

foto dokumen
foto dokumen

Sebagai informasi, bronjong batu itu sudah didirikan selama hampir dua tahun ini. Tepatnya bulan April 2015. Fungsinya, sebagai penahan longsoran batu yang meluncur dari lereng Gunung Kelir.

"Kalau pemberlakuan jam bergilir, nanti akan saya instruksikan ke dinas terkait," tandasnya. (*)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved