Apakah PKL Ini masih Bandel Lagi Setelah Beberapa Kali Ditertibkan Satpol PP

Para PKL di kawasan Undip Tembalang buru-buru membongkar dagangannya ketika melihat kedatangan anggota Satpol PP Kota Semarang, Selasa (24/1/2017).

Apakah PKL Ini masih Bandel Lagi Setelah Beberapa Kali Ditertibkan Satpol PP
TRIBUNJATENG/BAKTI BUWONO
Para PKL di kawasan Undip Tembalang buru-buru membongkar dagangannya ketika melihat kedatangan anggota Satpol PP Kota Semarang, Selasa (24/1/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng,Bakti Buwono

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Para PKL di kawasan Undip Tembalang buru-buru membongkar dagangannya ketika melihat kedatangan anggota Satpol PP Kota Semarang, Selasa (24/1/2017).

Satu di antaranya penjual pulsa langsung menyewa mobil pick up untuk mengangkut dagangannya.

"Ayo ndang diangkat (buruan diangkat) barangnya," teriak seorang penjual pulsa pada rekannya.

Para PKL di kawasan Undip Tembalang buru-buru membongkar dagangannya
Para PKL di kawasan Undip Tembalang buru-buru membongkar dagangannya

Siang itu, puluhan anggota Satpol PP Kota Semarang menyisir kawan Universitas Diponegoro, tepatnya jl Ngesrep Timur.

Setiap kali melihat Pedagang Kaki Lima (PKL), mereka langsung melakukan pembongkaran tanpa basa-basi.

"Ini kali kedua kami membersihkan PKL di jalan Ngesrep Timur. Sesuai SK Walikota pada 2016, jalan Ngesrep Timur merupakan daerah larangan PKL," kata Kepala Bidang Tribun Tranmas, Marte Da Costa di lokasi.

Ia menyebut, pihaknya sudah membersihkan sekitar 100 PKL.

Marten menjelaskan pihaknya sudah melakukan sosialisasi pada para PKL.

Tapi, para PKL terus membandel.

Para PKL di kawasan Undip Tembalang buru-buru membongkar dagangannya saat petugas Satpol PP tiba, Selasa 24 Januari 2017
Para PKL di kawasan Undip Tembalang buru-buru membongkar dagangannya saat petugas Satpol PP tiba, Selasa 24 Januari 2017

Bahkan, sejumlah PKL membuka lapak dari pagi hingga malam.

Berdasarkan SK Walikota, jalan raya sejak Patung Kuda hingga Pintu Masuk Undip bebas PKL.

Kegiatan tersebut menarik perhatian pemakai jalan hingga sempat membuat lalu lintas tersendat.

Kasi Operasional Satpol PP kota Semarang, Dibyo menambahkan dagangan yang disita bisa diambil di kantor Satpol PP kota Semarang.

Pihaknya memberi batas waktu 10 hari dan pengambilan harus ada persetujuan lurah hingga camat. (*)

Penulis: bakti buwono budiasto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved