Hendi Pastikan Pasar Kobong Tetap akan Dibongkar Meski Pedagang Ikan Enggan Pindah

Hendi Pastikan Pasar Kobong Tetap akan Dibongkar Meski Pedagang Ikan Enggan Pindah. Pemerintah nggak boleh kalah oleh pendemo

Hendi Pastikan Pasar Kobong Tetap akan Dibongkar Meski Pedagang Ikan Enggan Pindah
tribunjateng/hermawan handaka
Walikota Semarang Hendrar Prihadi sidak di pasar Mijen, Selasa 24 Januari 2017 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Walikota Semarang, Hendrar Prihadi menegaskan akan tetap membongkar pasar Rejomulyo lama atau dikenal dengan Pasar Kobong. Pembongkaran dilakukan jika proyek pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) akan dilaksanakan.

Hendi, sapaan Hendrar Prihadi, hingga kini belum mendapatkan memo pembongkaran Pasar Kobong. "Pembongkaran sifatnya karena ada kegiatan proyek pembuatan RTH. Jika sudah waktunya dilakukan pasti harus dibongkar," ujarnya, Selasa (24/1).

Ratusan pedagang ikan basah dan kering Pasar Kobong geruduk Balikota Semarang, Senin (23/1/2017). Mereka menggelar unjuk rasa menolak direlokasi ke Pasar Rejomulyo.
Ratusan pedagang ikan basah dan kering Pasar Kobong geruduk Balikota Semarang, Senin (23/1/2017). Mereka menggelar unjuk rasa menolak direlokasi ke Pasar Rejomulyo.

Pemkot Semarang, kata Hendi, mempunyai target dalam pembangunan RTH di kawasan tersebut. "Pasar sudah dibangun, pedagang masuk ke bangunan baru, bangunan lama dibongkar untuk RTH. Saya tidak ingin ada kelompok masyarakat yang menghambat program pembangunan. RTH untuk kepentingan masyarakat selain pedagang, karena kepentingan pedagang sudah diakomodir seharusnya pedagang memahami itu," ujarnya.

Terkait Dinas Perdagangan akan menyerahkan keputusan terkait perpindahan pedagang kepada walikota, Hendi malah menjawab lebih baik ia jadi Kepala Dinas Perdagangan.

"Kalau diserahkan semua ke saya, kalau gitu saya jadi kepala dinas saja. Saya sudah ketemu dengan pedagang, mereka sepakat pindah September 2016. Namun Agustus mereka meminta fasilitas diperbaiki. Saya kemudian anggarkan Rp 200 juta di APBD Perubahan 2016 untuk perbaikan lantai licin dan lantai terlalu tinggi untuk memasukkan ikan," ujarnya.

Dinas Perdagangan Kota Semarang tampaknya sudah tidak akan mentolerir keberadaan Pasar Rejomulyo lama atau yang dikenal dengan Pasar Kobong.
Dinas Perdagangan Kota Semarang tampaknya sudah tidak akan mentolerir keberadaan Pasar Rejomulyo lama atau yang dikenal dengan Pasar Kobong.

Namun, lanjut Hendi, pedagang masih tetap enggan masuk hingga sekarang. "Pemerintah punya komitmen memperbaiki yang diinginkan pedagang. Kekurangan perbaikan dilakukan setelah pedagang masuk karena anggaran hanya bisa dikeluarkan Rp 200 juta. Tapi mereka nawar lagi. Kalau dibiarkan terus begini akan menjadi preseden buruk buat kami. Pemerintah kalah dengan demo, dengan yang lain yang membuat kebijakan tidak akan berjalan," ujarnya.

Hendi berharap pedagang mau bersinergi dengan pemerintah dengan mendukung pembangunan. "Masuk dulu, kurangnya apa, perbaiki bareng-bareng. Daripada buat demo lebih baik swadaya memperbaiki itu kalau mereka mau jalan beriringan dengan pemerintah," ujarnya. (*)

Penulis: galih permadi
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved