Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ibu Hamil Mengadu Tak Dilayani Ambulans, Hendi Sidak Kantor DKK, Video Jawabannya Mencengangkan

Ibu Hamil Mengadu Tak Dilayani Ambulans, Hendi Sidak Kantor DKK, Video Jawabannya Mencengangkan

Tayang:
Penulis: galih permadi | Editor: iswidodo
tribunjateng/galih permadi
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi sidak di ruang call center Ambulance Hebat Si Cepat di kawasan kantor Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Jalan Pandanaran, Rabu (25/1) sore 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi sidak di ruang call center Ambulance Hebat Si Cepat di kawasan kantor Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Jalan Pandanaran, Rabu (25/1) sore. Hendi, sapaan akrab walikota, mendapat komplain dari seorang ibu hamil yang tidak terlayani ketika menelepon call center 1500 132.

Ketika turun dari mobil, Hendi lantas bergegas menuju ruangan call center. Meski sudah luar jam kantor sekitar pukul 16.30, masih terdapat lima petugas yang siaga.

Hendi mengatakan jika ia mendapatkan keluhan seorang ibu hamil yang masuk melalui aplikasi Lapor HENDI kirim SMS ke 1708. Meski telah menelepon call center, petugas menolak melayani. Hendi lantas mengonfirmasi keluhan warga yang tidak terlayani kepada dokter jaga, dokter Rizki Amalia.

Rizki mengatakan keluhan ibu hamil tidak terlayani lantaran posisi pasien sudah berada di puskesmas. "Kalau kondisi kandungan kencang-kencang dan berada di rumah sakit, kami akan berangkat. Namun kondisinya sudah di puskesmas seharusnya puskesmas yang menangani, mengantar ke rumah sakit rujukan," ujarnya.

Walikota Semarang meresmikan 5 unit Si Cepat Ambulans Hebat sebagai salah satu sarana kesehatan di Kota Semarang, Selasa 17 Januari 2017
Walikota Semarang meresmikan 5 unit Si Cepat Ambulans Hebat sebagai salah satu sarana kesehatan di Kota Semarang, Selasa 17 Januari 2017

Secara prosedur, penelepon akan dimintai data identitas dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Selanjutnya keluhan yang dialami dan tujuan rujukan. "Data yang masuk kami verifikasi dengan dokter, bidan, dan perawat apakah layak ditangani. Kalau antar jenazah atau kecelakaan cuma lecet tidak ditangani. Kalau gawat darurat segera kami tangani," ujarnya.

Hingga kini, sudah ada 36 kasus yang ditangani tim Ambulance Hebat Si Cepat dari total 70 penelepon. Rizki mengatakan sepertiga kasus merupakan kasus ibu hamil, kasus lain di antaranya kecelakaan, penyakit kronis hingga tidak sadarkan diri. "Penelepon juga ada yang iseng. Cuma ngetes dan bilang salah sambung," ujarnya.

Mendapat penjelasan tersebut, Hendi menyimpulkan bahwa perlu sosialisasi kepada masyarakat terkait penggunaan fasilitas Ambulance Si Cepat.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi sidak di ruang call center Ambulance Hebat Si Cepat di kawasan kantor Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Jalan Pandanaran, Rabu (25/1) sore
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi sidak di ruang call center Ambulance Hebat Si Cepat di kawasan kantor Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Jalan Pandanaran, Rabu (25/1) sore

"Ternyata memang tidak semua warga terlayani. Hanya yang kondisi gawat darurat. Kalau habis badminton sakit boyok ya tidak dilayani. Saya minta DKK dan Humas untuk sosialisasikan keberadaan ambulance ini. Ada hal-hal yang perlu disampaikan ke masyarakat sakit apa saja yang bisa dilayani. Kalau kondisi gawat darurat petugas akan datangi rumahnya dan obati. Bahkan jika perlu dirujuk ke rumah sakit. Perlu sosialisasi masif agar masyarakat merasakan manfaatnya," ujarnya.

Hendi lantas memberi arahan kepada petugas untuk tetap melayani penelepon secara ramah meski si penelepon berbicara ketus. (tribunjateng/galih permadi)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved