Breaking News:

Nugroho Heran Kenapa Berkali-kali Gagal Saat Ujian Praktik Pembuatan SIM

Sejumlah pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) di Kota Semarang tidak langsung lulus saat menjalani ujian praktik SIM di halaman GOR Manunggal Jati

tribunjateng/rahdyan trijoko pamungkas
Sejumlah pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) di Kota Semarang tidak langsung lulus saat menjalani ujian praktik SIM di halaman GOR Manunggal Jati yang digelar Satlantas Polretabes Semarang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) di Kota Semarang tidak langsung lulus saat menjalani ujian praktik SIM di halaman GOR Manunggal Jati yang digelar Satlantas Polretabes Semarang.

Saat melakukan permohonan SIM, pemohon harus menempuh beberapa tes yaitu ujian tertulis, ujian kesehatan, dan ujian praktek. Namun banyak pemohon gagal pada tahap ujian praktik SIM tersebut.

Pengalaman itu juga dirasakan Adi Nugroho (48), warga Jomblang yang mengakui kesulitan untuk tes Simulator saat perpanjangan SIM B1.

"Bentuk Simulator beda dari yang lima tahun lalu dan bisa lulus. Kalau yang sekarang ini boleh dibilang yang lulus hanya beberapa saja bahkan tidak ada yang lulus," ujarnya, Rabu (25/1/2017).

Sejumlah pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) di Kota Semarang tidak langsung lulus saat menjalani ujian praktik SIM di halaman GOR Manunggal Jati yang digelar Satlantas Polretabes Semarang.
Sejumlah pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) di Kota Semarang tidak langsung lulus saat menjalani ujian praktik SIM di halaman GOR Manunggal Jati yang digelar Satlantas Polretabes Semarang.

Menurutnya, tes simulator yang disediakan tidak sama dengan kondisi nyata saat mengemudi. Dalam simulator tersebut seakan-akan pemohon mengendarai dua mobil dalam waktu bersamaan dan arah yang berlawanan.

Hal tersebut yang membuat dirinya gagal dalam ujian praktek SIM. Selama ini dia telah mengulang ujian SIM sebanyak empat kali. Bahkan dari keterengan penguji, terdapat pemohon yang telah melakukan simulator sebanyak 1 kali.

Sama halnya dengan Nur Rondi (30) warga Balutikung yang gagal saat ujian permohonan SIM C baru. Dirinya telah gagal sebanyak dua kali saat menempuh ujian praktek berkendara. Baginya ujian praktek tidak mudah. (*)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved