Akibat Tahanan Kabur, Polri Akan Ganti Petugas Jaga yang Cengengesan
Tiga petugas dan satu Kasubdit Tahanan dan Barang Bukti telah diperiksa Propam Polri. Mereka akan diberikan sanksi berdasarkan putusan sidang etik.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto akan memperketat pengawasan rumah tahanan (rutan).
Kebijakannya itu setelah tujuh tahanan melarikan diri dari Rumah Tahanan Negara Tindak Pidana Narkoba Polri di Cawang, Jakarta Timur.
Brigjen Eko bahkan akan mengganti petugas yang berjaga di rutan tersebut.
"Nanti tidak ada lagi petugas jaga yang cengengesan. Petugas jaga harus orang yang punya greget. Benar-benar jaga, punya tanggung jawab," ujar Eko di kantor Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Cawang, Jakarta Timur, Senin (30/1/2017).
Eko menambahkan, akan ada perwira polisi yang mengawasi para petugas rutan tersebut.
Intensitas pengecekan penghuni tahanan juga akan ditingkatkan.
"Biasanya tiap satu jam sekali. Nanti petugas akan setengah jam sekali mengecek para tahanan," ucap dia.
Eko memastikan para tahanan yang melarikan diri tak mendapat bantuan dari petugas yang saat itu berjaga.
"Itu murni kelalaian dari petugas jaga saja," kata Eko.
Saat ini, lanjut dia, tiga petugas dan satu Kasubdit Tahanan dan Barang Bukti telah diperiksa Propam Polri.
Mereka akan diberikan sanksi berdasarkan putusan sidang etik Polri.
Tujuh tahanan itu kabur pada Selasa (24/1/2017) dari ruang tahanan di Cawang, Jakarta Timur.
Mereka merusak tembok ruang tahanan dan melompati tembok berikutnya.
Setelah keluar, mereka menuju halaman parkir Rumah Sakit (RS) Otak Nasional yang berada persis di samping Gedung Badan Narkotika Nasional (BNN).
Polisi telah menangkap enam tahanan yang melarikan diri, yakni Ridwan Ramadhan, Cai Chang alias Antoni, Sukmajaya alias Jaya, Ricky alias Felani, Azizul alias Izul, dan Amirudin alias Amir, di kawasan Sukabumi, Jawa Barat, pada Sabtu (28/1/2017).
Satu orang lain atas nama Anthony Medan masih buron.
Dalam penangkapan tersebut, Amir tewas karena melawan saat ditangkap.
Dia kehabisan darah setelah tertembak di bagian dada kirinya. (kompas.com/akhdimartinpratama)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/penjara_20160425_002629.jpg)