Destinasi Jateng

Menjelajah Pecinan Semarang, Berburu Kuliner dan Sejarah dari Satu Gang ke Gang Lain

Tidak hanya dipenuhi dengan bangunan-bangunan lamanya, ragam kuliner khas juga jadi buruan utama di Pecinan

Menjelajah Pecinan Semarang, Berburu Kuliner dan Sejarah dari Satu Gang ke Gang Lain
Tribun Jateng/maulana ramadhan
Salah satu kelenteng di Kawasan Pecinan, Semarang 

Gang warung merupakan salah satu gang atau jalan kecil yang berada di Komplek Pecinan. Selain gang warung yang tersohor karena Pasar Semawisnya terdapat banyak gang-gang lainnya.

Seperti Gang Lombok yang jadi sentra kuliner Lumpia pertama di Semarang. lalu ada Gang Pinggir yang lokasinya berdekatan dengan sungai, Gang Cilik, Gang Gambiran dan Gang Baru dengan pasar tradisionalnya.

Fauzan menuturkan pada zaman dahulu di Gang Baru justru banyak dipenuhi pedagang-pedagang yang bukan berasal dari etnis tionghoa melainkan dari jawa.

“Hal ini dilakukan karena saat itu etnis Tionghoa dalam pengawasan ketat pemerintahan Belanda, sehingga keberadaan pedagang-pedagang non Tionghoa dirasa melindungi mereka” tutur Fauzan.

Terdapat kisah tersendiri terkait penamaan gang-gang tersebut, seperti gang lombok yang konon nama tersebut diambil karena pada zaman dulu di wilayahnya banyak ditanami kebun cabai.

Gang gambiran yang konon di wilayah itu dahulu terdapat gudang gambir milik saudagar Tioghoa.

Gang cilik yang memang kondisinya sangat sempit dibandingkan gang-gang lain. Lokasi gang-gang tersebut berdekatan satu sama lain sehingga saling berhubungan.

barongsai

Atraksi naga liong yang dilaksanakan di pecinan

Dijelaskan oleh Fauzan, kebanyakan orang saat ini mengenali Pecinan Semarang karena Semawisnya. Menurutnya terdapat ciri khusus yang menandakan bahwa suatu daerah bisa disebut sebagai pecinan.

“Mungkin banyak yang bingung kenapa disebut pecinan. Ciri utamanya bukan pasar tapi bisa dilihat dari arsitektur rumah-rumahnya. Kawasan pecinan itu ditandai dengan rumah-rumah yang memiliki atap mirip pelana kuda dibagian sampingnya. Rumah-rumah tersebut masih bisa ditemui di Pecinan, Semarang saat ini,” jelas Fauzan.

Halaman
123
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved