Petani Jagung di Karangawen Berharap Bisa Jual Hasil Panen Dengan Harga Tinggi

Sertu Hendrik Priyadi menjadi pemateri dalam pemahaman yang diikuti dua kelompok tani di Desa Jragung tersebut.

Penulis: rival al manaf | Editor: Catur waskito Edy
Pendim 0716/Demak
Petani menimbang sample berat jagung yang dipanen dalam lahan seluas 2,5x2,5 meter untuk pengubinan di Desa Jragung, Karangawen. Pendim 0716/Demak 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK -- Para petani di Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, Demak mendapatkan pemahaman tentang bagaimana memperkirakan jumlah hasil panen (pengubinan) jagung dari Babinsa, Senin (30/1/2017).

Sertu Hendrik Priyadi menjadi pemateri dalam pemahaman yang diikuti dua kelompok tani di Desa Jragung tersebut. Melalui pengubinan, petani bisa memperkirakan berapa ton jagung yang didapat dalam satu hektar.

Fajar Setiawan, salah satu petani mengutarakan kini memiliki alternatif menjual hasil panennya. "Biasanya menjualnya dengan sistem tebasan, harganya biasanya perhektar 10 hingga 12 juta," beber Fajar.

Kini dengan memiliki perkiraan hasil panen dia bisa memiliki pilihan apakah akan menjual dengan sistim tebasan, atau dipanen sendiri dan dijual per ton.

"Soalnya kalau dengan sistem tebasan kadang kami ditawar murah padahal merek menjual jagung ke pengecer dengan harga yang lebih mahal, jadi gap harganya tinggi," tambahnya.

Dia berharap dengan pemahaman baru yang didapatkan bisa menjual Jagung dengan harga yang lebih tinggi. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved