Warga Sayung Keruk Sedimen Parit, Ikhtiar Kurangi Dampak Banjir Sungai Dombo
Menurutnya, pengerukan endapan sungai dengan alat berat memang belum terlihat maksimal.
Penulis: rival al manaf | Editor: abduh imanulhaq
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rival Almanaf
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Warga Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, kembali bekerja keras meminimalkan banjir di wilayahnya.
Mereka selama ini terdampak limpasan Sungai Dombo.
Senin (30/1/2017), warga dibantu relawan BPBD Demak mengeruk endapan sedimen di parit-parit desa.
Seluruh parit yang bermuara ke Sungai Dombo dikeruk.
Kepala Desa Sayung, Munawir menjelaskan, warganya memang enggan berdiam diri.
"Kemarin sebelum alat berat dari Balai Besar (Wilayah Sungai Pemali Juana) diturunkan, warga membuat bendungan dan mencangkuli sedimen sungai. Sekarang parit juga," terangnya kepada Tribunjateng.com.
Menurutnya, pengerukan endapan sungai dengan alat berat memang belum terlihat maksimal.
Namun, dia merasa sudah ada upaya instansi terkait untuk menyelesaikan persoalan.
"Karena belum maksimal, sekarang masyarakat yang memaksimalkan. Harapan kami cakupan banjir tak seluas kemarin-kemarin. Dampak luapan sungai tak separah sebelumnya," tambah ayah dua anak tersebut.
Dia yakin normalisasi parit menjadi langkah bagus mengurangi dampak banjir.
Di desanya, tinggi permukaan parit lebih rendah dari Sungai Dombo. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sayung-demak_20170130_210017.jpg)